Bagikan:

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) ‘angkat tangan’ dengan skema penyaluran bansos PPKM darurat. Keuangan Pemprov Jabar morat-marit karenanya Kang Emil berharap bantuan pemerintah pusat. 

“Saya kira sebagian masuk ke saya, curhat kami mau taat tapi kami tolong dijamin. Bansos PPKM darurat datang dari pemerintah pusat, terus terang Jabar tidak terlalu sanggup karena kami hilang Rp5 triliun,” kata Ridwan Kamil dalam program Mata Najwa yang dikutip dari Youtube Najwa Shihab, Kamis, 15 Juli. 

Menurut Kang Emil dari anggaran Rp5 triliun itu, 3 triliun di antaranya dibagikan untuk bansos dan lain-lain. 

“Sekarang uang itu hilang, maka kami betul-betul (saat) PPKM darurat mengandalkan pemerintah pusat,” tuturnya.

Menurut dia, pemerintah pusat hanya menjamin bansos PPKM darurat yang dialokasikan untuk 4-5 juta Kepala Keluarga. Berbeda jauh dengan kondisi tahun 2020 di mana ada sekitar 60 persen dari 50 juta KK yang diberikan bansos. 

“Kalau 4-5 juta KK hanya 10 persen, itulah kenapa kami memahami kesulitan keuangan dan berharap yuk kita disiplin supaya PPKM darurat tidak diperpanjang,” kata Kang Emil.

Kang Emil sendiri punya istilah 3S untuk menggambarkan kondisi saat ini di tengah menggilannya penyebaran COVID-19. S pertama yakni ‘sedih’ karena kondisi kedaruratan terutama banyaknya pasien di rumah sakit. 

“S kedua sabar mengedukasi, menghadapi dinamika, saya tiap malam berusaha dengan sabar.  S yang terakhir semangat, dengan suasana seperti ini pemimpin tidak boleh patah, tidak boleh lemah,” tegas Kang Emil.