JAKARTA - India memperluas kerja sama energi dengan Amerika Serikat saat pasokan dari Timur Tengah dibayangi blokade Selat Hormuz. Bagi New Delhi, pasokan energi menjadi isu penting karena menyangkut kebutuhan 1,4 miliar penduduk.
Menurut laporan Anadolu Agency dikutip Senin, 25 Mei, Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menyampaikan hal itu setelah menerima Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pembicaraan bilateral di New Delhi, Minggu.
“Kami membahas isu energi. Tanggung jawab utama pemerintah kami adalah memenuhi kebutuhan 1,4 miliar orang. Memastikan energi tetap tersedia dan terjangkau adalah tujuan utama kami,” kata Jaishankar.
Ia menyambut perluasan perdagangan energi India-AS dalam beberapa bulan terakhir. Menurut dia, pasokan yang beragam menjadi kunci keamanan energi India.
Hubungan India dan AS sempat memanas akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Salah satu pemicunya adalah pembelian minyak Rusia oleh India di tengah perang Ukraina.
Rubio, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi sehari sebelumnya, mengatakan produk energi AS dan Venezuela dapat membantu India mendiversifikasi pasokan.
BACA JUGA:
India juga pernah menjadi salah satu pengimpor besar minyak Iran. Impor itu dihentikan pada 2019 setelah sanksi AS, tetapi dilanjutkan lagi tahun ini setelah Washington memberi pengecualian di tengah konflik dengan Teheran.
Jaishankar mengatakan India ingin harga energi turun karena negara itu merupakan importir energi besar.
“Kami sangat mendukung perdagangan maritim yang aman dan tanpa hambatan melalui kawasan tersebut,” katanya.
Pernyataan itu merujuk pada blokade Selat Hormuz di tengah perang Iran. Selat Hormuz adalah jalur penting pengiriman minyak dan gas dari Timur Tengah ke Asia. Banyak negara Asia, termasuk India, bergantung pada jalur ini.
Jaishankar mengatakan India ingin pasar energi tetap terbuka dan tidak dibatasi. Ia menyebut India memiliki hubungan dengan banyak pihak, termasuk Rusia, Eropa, Ukraina, dan Amerika Serikat.
“Pertanyaannya adalah bagaimana mengelola semuanya,” ujarnya.
Rubio seperti dilaporkan Anadolu, mengatakan AS dan India juga akan menyelesaikan perjanjian dagang yang disebutnya tahan lama, menguntungkan kedua pihak, dan sesuai kepentingan nasional masing-masing.
Selain energi, Jaishankar juga membahas visa. Ia mengatakan telah menyampaikan tantangan yang dihadapi pelancong sah India dalam penerbitan visa.
Menurut Jaishankar, India tetap bekerja sama menangani mobilitas ilegal. Namun, mobilitas legal tidak boleh ikut terkena dampaknya.
Rubio juga menjawab pertanyaan soal dugaan komentar rasis terhadap warga India di AS.
“Ada orang yang membuat komentar di dunia maya dan di tempat lain karena setiap negara di dunia memiliki orang bodoh,” kata Rubio.
Ia menegaskan AS tetap menjadi negara yang terbuka bagi pendatang.
“Bangsa kami diperkaya oleh orang-orang yang datang dari seluruh dunia,” ujarnya.