JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik kemajuan signifikan perundingan Amerika Serikat dan Iran, termasuk wacana pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Saya telah menerima sinyal-sinyal positif dari para pemimpin di Asia Barat bahwa perundingan menuju suatu kerangka perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, sedang berjalan ke arah yang progresif. Saya memandang perkembangan ini dengan optimisme yang tulus," kata Anwar di Malaysia, Ahad yang dilansir Antara.
Anwar menyatakan Malaysia mencatat peran konstruktif yang dimainkan oleh Bahrain, Mesir, Yordania, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab dalam memfasilitasi proses tersebut.
Malaysia juga menyambut baik keterlibatan langsung Presiden AS Donald Trump dalam mengupayakan tercapainya solusi melalui jalur perundingan itu.
"Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan peluang ini dan membawa perundingan tersebut menuju kesimpulan yang berhasil," harap Anwar.
BACA JUGA:
Malaysia juga mendorong semua pihak untuk mencapai suatu perjanjian kerangka yang inklusif, yang memperkuat gencatan senjata yang saat ini berlaku, menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, serta mengakomodasi kepentingan keamanan yang sah dari seluruh negara di kawasan.
Malaysia menyatakan siap mendukung setiap upaya multilateral yang dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Asia Barat.
Shahbaz Sharif Ucapkan Selamat
Sementara itu Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif pada Minggu menyambut baik upaya luar biasa Presiden AS Donald Trump untuk berdamai dengan Iran, setelah melakukan pembicaraan telepon dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif. (Wikimedia Commons - CM Punjab Shehbaz Sharif)
“Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Donald Trump atas upaya luar biasanya untuk mencapai perdamaian melalui panggilan telepon yang sangat bermanfaat dan produktif yang diadakan pagi ini, dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, UEA, Yordania, dan Pakistan,” kata Sharif.
Ia mengatakan diskusi tersebut memberikan kesempatan yang bermanfaat untuk bertukar pandangan tentang bagaimana memajukan proses dan mencapai perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah.
Ia juga mengatakan Pakistan akan melanjutkan upaya perdamaiannya “dengan sangat tulus”, dan menyatakan harapan bahwa Pakistan dapat menjadi tuan rumah putaran pembicaraan berikutnya antara Washington dan Teheran.