Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berharap Israel dapat mengurangi ketergantungan pada dukungan militer Amerika Serikat dalam satu dekade, katanya dalam wawancara yang ditayangkan pada Hari Minggu.

"Saya ingin mengurangi hingga nol dukungan keuangan Amerika, komponen keuangan dari kerja sama militer yang kita miliki," kata Netanyahu kepada program "60 Minutes" CBS News, melansir Al Arabiya dan Reuters (11/5).

PM Netanyahu mengatakan Israel menerima sekitar 3,8 miliar dolar AS bantuan militer Amerika Serikat per tahun.

Negeri Paman Sam diketahui telah setuju untuk memberikan total 38 miliar dolar AS bantuan militer kepada Israel dari tahun 2018 hingga 2028.

Namun, ini "benar-benar" waktu yang tepat untuk mungkin mengatur ulang hubungan keuangan AS-Israel, kata Netanyahu.

"Saya tidak ingin menunggu Kongres berikutnya," katanya kepada CBS.

"Saya ingin memulainya sekarang," tandas Netanyahu.

Israel sejak lama memiliki konsensus bipartisan di Kongres AS untuk bantuan militer. Tetapi, dukungan dari para anggota parlemen dan publik telah melemah sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.

Enam puluh persen orang dewasa AS memiliki pandangan yang tidak baik terhadap Israel, dan 59 persen memiliki sedikit atau tidak sama sekali kepercayaan pada Netanyahu untuk melakukan hal yang benar terkait urusan dunia, menurut survei Pew yang dilakukan pada Bulan Maret.

Kedua persentase tersebut naik tujuh poin persentase dari tahun sebelumnya.

Netanyahu mengatakan, memburuknya dukungan untuk Israel di Amerika Serikat "berkorelasi hampir 100 persen dengan peningkatan pesat media sosial."

Ia mengatakan beberapa negara, yang tidak ia sebutkan namanya, telah "pada dasarnya memanipulasi" media sosial dengan cara yang "sangat merugikan kita," meskipun secara pribadi ia tidak percaya pada sensor.