Bagikan:

JAKARTA - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memperkirakan blok tersebut menyepakati sanksi terhadap pemukim Israel atas kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada Hari Senin.

Perkiraan itu seiring dengan pergantian pemerintahan di Hongaria yang mengakhiri kebuntuan selama berbulan-bulan.

"Saya mengharapkan kesepakatan politik tentang sanksi terhadap pemukim yang melakukan kekerasan, mudah-mudahan kita akan sampai di sana," kata Kallas jelang pertemuan para menteri luar negeri UE, melansir Al Arabiya dari AFP (11/5).

Langkah ini sebagai tanggapan terhadap meningkatnya kekerasan dan perluasan pemukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel telah tertunda oleh mantan Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban.

Namun, penggulingan pemimpin nasionalis dan sekutu Israel tersebut oleh saingannya, Peter Magyar, tampaknya telah membuka jalan bagi pencabutan veto tersebut.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan tujuh pemukim atau organisasi pemukim akan dimasukkan dalam daftar hitam. Blok tersebut juga akan memberikan sanksi kepada perwakilan dari kelompok militan Palestina, Hamas.

Diketahui, Tepi Barat yang diduduki telah dilanda kekerasan hampir setiap hari sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023, yang melibatkan pasukan Israel dan para pemukim.

Serangan mematikan oleh para pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak dimulainya perang Iran pada 28 Februari mengalami peningkatan, menurut pejabat Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meskipun Uni Eropa terus melanjutkan sanksi terhadap para pemukim Israel, masih belum ada konsensus di antara