JAKARTA - Pemerintah Irak pada Hari Minggu membantah klaim tentang pangkalan rahasia Israel di wilayahnya, setelah militer negara itu tidak menemukan klaim tersebut.
Wall Street Journal melaporkan Israel telah mendirikan pangkalan di gurun tersebut untuk mendukung kampanyenya melawan Iran.
Disebutkan, personel Irak terkena serangan udara Israel ketika mereka hampir menemukan lokasi tersebut.
Laporan tersebut tampaknya memberikan pencerahan baru pada insiden misterius di gurun Irak pada awal Maret, di mana satu tentara tewas dan dua lainnya terluka akibat tembakan udara yang hebat.
Dua unit anti-terorisme dikirim ke lokasi kejadian keesokan harinya, tetapi tidak menemukan apa pun. Seorang jenderal Irak mengatakan pada saat itu tampaknya "pasukan tertentu" telah hadir tanpa izin, yang secara luas dianggap sebagai rujukan kepada Amerika Serikat.
Menanggapi laporan tentang pangkalan Israel tersebut, juru bicara keamanan Irak Saad Maan mengatakan mereka merujuk pada insiden yang sama yang melibatkan "pasukan dan pasukan tanpa izin".
"Setelah itu, pasukan keamanan kami terus memberikan tekanan dan mempertahankan kehadiran di daerah-daerah ini dan daerah lainnya," kata juru bicara tersebut, melansir The National (11/5).
Ia mengatakan unit-unit Irak "terus melakukan pencarian di semua sektor operasional di seluruh Irak, dan daerah gurun, termasuk daerah ini".
"Selama inspeksi pada Bulan April dan Mei, kami tidak menemukan kehadiran pasukan ini (Israel) atau pasukan (atau) peralatan tanpa izin lainnya," jelasnya.
"Pasukan keamanan kami terus menjalankan tugas mereka, dan tidak ada kehadiran serupa sekarang di daerah-daerah ini atau daerah lain di Irak," tandasnya.
Tidak ada komentar dari pejabat Israel. Militer dan dinas intelijen Israel diketahui memiliki operasi rahasia mereka di seluruh Timur Tengah, termasuk di Lebanon dan Iran.
Laporan Journal mengatakan Israel membangun pangkalan tersebut sebagai pusat logistik untuk angkatan udaranya, dengan sepengetahuan AS, tepat sebelum serangan terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.
Dikatakan ada tim pencarian dan penyelamatan yang ditempatkan untuk membantu pilot Israel yang jatuh. Surat kabar tersebut mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, termasuk pejabat AS.
Hampir ditemukannya pangkalan tersebut pada awal Maret terjadi setelah seorang penggembala lokal melaporkan aktivitas militer yang tidak biasa, termasuk pergerakan helikopter di daerah tersebut.
BACA JUGA:
Pasukan Irak dikirim untuk menyelidiki, tetapi pasukan Israel menggunakan serangan udara untuk menjaga jarak dan mencegah lokasi tersebut ditemukan, kata Journal.
Irak telah terjebak dalam baku tembak perang regional akibat gelombang serangan terhadap kepentingan AS dan milisi yang terkait dengan Iran.
AS dan Israel sendiri hanya memberikan sedikit informasi tentang operasi mereka di Irak.