JAKARTA - Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan pada Hari Minggu, militer negara itu membutukan penambahan personel tentara, di tengah krisis yang meningkat seputar wajib militer bagi kaum Yahudi ultra-Ortodoks, atau Haredim, dan berlanjutnya operasi militer di beberapa front.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Knesset (parlemen), menurut surat kabar Yediot Ahronot.
Israel terlibat dalam perang multi-front, termasuk Iran dan Hizbullah di Lebanon, selain Gaza. Secara resmi, konflik tersebut ditangguhkan, tetapi pelanggaran Israel terus berlanjut tanpa henti.
"Saya tidak terlalu memikirkan proses politik atau legislatif, tetapi lebih fokus pada perang multi-front dan mengalahkan musuh," kata Letjen Zamir, seperti melansir Anadolu (11/5).
"Untuk terus melakukan ini, angkatan darat Israel membutuhkan lebih banyak tentara segera," tandasnya.
Bulan lalu, Kepala Staf IDF mengatakan militer negara itu kemungkinan akan bertempur di berbagai front sepanjang tahun 2026.
"Sejak 7 Oktober (2023), IDF telah terlibat dalam pertempuran dalam kampanye multi-front yang berkelanjutan, 2026 kemungkinan akan menjadi tahun pertempuran lain di semua front tersebut," katanya dalam sebuah pernyataan, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel yang memicu perang di Jalur Gaza, Palestina, melansir Al Arabiya dari AFP.
Kepala Staf IDf juga menegaskan kembali kebutuhan mendesak bagi militer untuk merekrut lebih banyak personel guna menangani tuntutan operasional yang dihadapinya.
"Mengingat tugas yang semakin besar yang dihadapi IDF dalam beberapa tahun mendatang, kebutuhan mendesak yang dihadapi negara Israel adalah untuk meningkatkan jumlah personel militer dan pejuang," tandas Kepala Staf IDF.
Pada Bulan Maret, Letjen Zamir telah memperingatkan, "militer Israel runtuh dari dalam," mengingat kegagalan pemerintah untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur wajib militer bagi kaum Haredim dan tugas cadangan, serta kegagalannya untuk memperpanjang masa dinas wajib hingga 36 bulan.
BACA JUGA:
Menurut juru bicara Efi Defrin, militer Israel membutuhkan sekitar 15.000 tentara tambahan, termasuk antara 7.000 dan 8.000 tentara tempur, menambahkan "sangat penting untuk memberlakukan undang-undang wajib militer."
Diketahui, kaum Yahudi Haredi berjumlah sekitar 13 persen dari populasi Israel yang berjumlah sekitar 9,9 juta dan tidak bertugas di militer, melainkan mendedikasikan hidup mereka untuk mempelajari Taurat.
Hukum Israel mewajibkan semua warga Israel di atas 18 tahun untuk bertugas di militer, dan pengecualian bagi kaum Haredi telah menjadi isu yang kontroversial selama beberapa dekade.