Bagikan:

JAKARTA - Juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan negaranya memiliki "opsi mengejutkan" yang disiapkan untuk setiap tindakan agresi di masa depan, memperingatkan musuh yang melakukan "kesalahan perhitungan" lain terhadap Iran akan menghadapi respons di luar dugaan mereka.

Brigjen Akraminia menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan IRNA yang diterbitkan pada Hari Minggu, saat gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meredakan konflik yang pecah pada 28 Februari.

"Kami memperingatkan musuh bahwa jika mereka sekali lagi melakukan agresi dan jatuh ke dalam kesalahan perhitungan lain, seperti yang mereka lakukan di masa lalu dan masih membayar harganya hingga hari ini, mereka pasti akan menghadapi opsi mengejutkan lainnya," katanya kepada IRNA seperti dikutip (11/5).

Brigjen Akraminia mencatat, pilihan-pilihan ini tidak hanya akan bergantung pada tekad dan keteguhan personel Angkatan Bersenjata Iran, tetapi juga akan melibatkan peralatan militer yang lebih canggih dan modern, metode peperangan baru, dan yang terpenting, arena konflik baru.

Menurut pejabat tersebut, konfrontasi di masa depan dapat meluas ke ranah yang belum diprediksi atau dimasukkan musuh ke dalam perencanaan militernya.

"Perang akan memasuki wilayah yang belum diantisipasi musuh," katanya memperingatkan, menambahkan bahwa Iran mampu mengejutkan lawan-lawannya di bidang tersebut.

Lebih lanjut Brigjen Akraminia mengungkapkan, tidak satu pun tujuan musuh tercapai selama perang, menekankan persatuan nasional dan dukungan publik untuk Republik Islam semakin kuat, bukannya melemah.

Ia mengatakan, musuh mengharapkan kerusuhan sosial dan runtuhnya sistem politik melalui "operasi kejutan," tetapi orang-orang justru turun ke jalan untuk mendukung negara dan persatuan nasional.

Menurut Brigjen Akraminia, Angkatan Bersenjata juga mengejutkan musuh dengan mempertahankan kemampuan operasional sepanjang konflik 40 hari tersebut, melakukan operasi defensif dan ofensif.

Ditambahkannya, musuh pada akhirnya gagal mematahkan perlawanan Iran dan terpaksa menerima gencatan senjata.