Bagikan:

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menegaskan, tentara Iran siap memberikan respons yang membuat menyesal jika musuh negara itu kembali melakukan kesalahan.

Dalam kunjungan ke Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Teheran pada Hari Senin, Mayjen Mousavi mengucapkan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei atas kekuatan militer yang mumpuni.

Ia juga meyakinkan bangsa Iran, selama para prajurit yang berani dan tangguh ini hadir, mereka tidak akan membiarkan keamanan Iran terancam, melansir IRNA 15 Juli.

Mayjen Mousavi menggarisbawahi moral dan keteguhan yang kuat di antara angkatan bersenjata, mengatakan mereka bekerja dengan tekun, tanpa gangguan sedikit pun, untuk memproduksi senjata yang dibutuhkan guna mempertahankan negara.

Diketahui, Israel melancarkan perang agresi terhadap Iran pada 13 Juni, menyerang wilayah militer, fasilitas nuklir dan permukiman Iran selama 12 hari, dikutip dari Tasnim.

Kemudian, Amerika Serikat ikut dalam kampanye dengan melancarkan serangan militer terhadap tiga lokasi fasilitas nuklir di Natanz, Fordow dan Isfahan pada 22 Juni.

Pasukan militer Iran melancarkan serangan balasan yang dahsyat segera setelah agresi tersebut. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis sebagai bagian dari "Operasi True Promise III" yang menimbulkan kerugian besar di kota-kota di wilayah pendudukan.

Selain itu, sebagai tanggapan atas serangan AS, angkatan bersenjata Iran meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.

Sementara, Komandan Angkatan Udara IRGC Brigjen Majid Mousavi dalam kesempatan itu mempresentasikan laporan tentang "Operasi True Promise III", yang menyoroti kesiapan operasional dan strategis angkatan bersenjata Iran.

Ia mengatakan, personel militer tetap siap siaga dengan "jari di pelatuk" untuk menangkal kesalahan perhitungan atau potensi petualangan baru musuh.