JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, memuji Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) atas keberhasilan menanggapi dan merespons serangan Israel bulan lalu.
Dalam pertemuan dengan sejumlah prajurit IRGC pada Hari Senin, Mayjen Mousavi mengapresiasi mereka atas upaya dalam menciptakan martabat dan melindungi Iran dari agresi.
Jenderal tertinggi Teheran tersebut mengatakan, demonstrasi kekuatan oleh IRGC selama 12 hari perang yang dipaksakan oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat jauh lebih besar daripada sebelumnya, bahkan lebih penting daripada operasi militer besar yang dilakukan selama delapan tahun perang pada tahun 1980-an.
Eksistensi dan integritas teritorial Republik Islam Iran belum pernah terancam seserius ini, kata Mayjen Mousavi, seraya menambahkan "pedang tajam IRGC telah memotong leher dan lengan musuh berkat rahmat Tuhan," seperti dikutip dari Tasnim 15 Juli.
Mayjen Mousavi juga memperingatkan musuh kesiapan Iran untuk memberikan respons yang lebih tegas untuk menanggapi salah perhitungan atau petualangan musuh.
Diketahui, Israel melancarkan perang agresi terhadap Iran pada 13 Juni, menyerang wilayah militer, fasilitas nuklir dan permukiman Iran selama 12 hari.
Pasukan militer Iran melancarkan serangan balasan yang dahsyat segera setelah agresi tersebut. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis sebagai bagian dari "Operasi True Promise III" yang menimbulkan kerugian besar di kota-kota di wilayah pendudukan.
Selain itu, sebagai tanggapan atas serangan AS, angkatan bersenjata Iran meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.
Ketegangan dan saling serang berhenti seiring dengan pengumuman gencatan senjata antar pihak pada 24 Juni.