Bagikan:

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan saat ini santunan bagi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur merupakan kewenangan asuransi melalui PT Jasa Raharja, mengingat insiden tersebut termasuk dalam kategori kecelakaan angkutan umum.

“Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja. Saya kira pemerintah sebagaimana arahan Presiden akan memberikan dukungan penuh bagi korban. Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka,” kata Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa, disitat Antara.

Dari Kementerian Sosial (Kemensos), kata dia, akan melakukan pendataan (asesmen) terhadap keluarga korban untuk menentukan bentuk bantuan lanjutan yang dibutuhkan. Dukungan tersebut bisa berupa program pemberdayaan maupun bantuan lain sesuai kebutuhan keluarga terdampak.

“Nanti kita akan asesmen dan hasilnya akan kita tindak lanjuti dengan dukungan-dukungan program. Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Adapun kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April sekitar pukul 20.50 WIB.

Berdasarkan data terbaru hingga Selasa pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada korban luka yang saat ini masih menjalani perawatan medis.

Sejak awal kejadian upaya penanganan difokuskan pada keselamatan penumpang dan evakuasi korban secara hati-hati, mengingat terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.

KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, dengan biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi dan KAI.

Sementara Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama KAI, Basarnas, dan pihak terkait terus melakukan penanganan intensif di lokasi kejadian.

Pemerintah juga berkomitmen memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Adapun korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Bekasi, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.