Bagikan:

JAKARTA - Korea Selatan pada Hari Selasa mengatakan tanggapan Korea Utara terhadap pernyataan tentang penerbangan drone menunjukkan "kemajuan yang berarti" dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Hari Senin menyatakan penyesalan atas penerbangan drone ke Korea Utara, yang menurutnya dilakukan oleh warga sipil yang bertindak melawan kebijakan pemerintah.

Sebagai tanggapan, Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh, menggambarkan pernyataan Lee sebagai "manifestasi dari sikap seorang pria yang jujur ​​dan berpikiran luas," menambahkan Pyongyang memandang pernyataan tersebut sebagai "perilaku yang sangat beruntung dan bijaksana."

Dalam pernyataan tersebut, Kim Yo Jong juga menyebut Lee sebagai "presiden Republik Korea" – pertama kalinya Korea Utara diyakini menggunakan gelar tersebut sejak Lee menjabat tahun lalu, menurut Kantor Berita Yonhap.

"Kami menilai ini sebagai kemajuan yang berarti menuju terwujudnya perdamaian dan hidup berdampingan di Semenanjung Korea," kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan, menurut Yonhap, melansir Anadolu (8/4).

"Tidak ada alasan bagi kedua Korea untuk saling bermusuhan, dan permusuhan serta konfrontasi tidak menguntungkan kedua belah pihak," lanjutnya.

Pada Hari Selasa, Kepala Staf Presiden Korsel Kang Hoon-sik, mengatakan kepada wartawan, Presiden telah menyatakan "keinginan kuatnya untuk memulihkan kepercayaan antara kedua Korea dan menyuarakan perlunya meredakan ketegangan militer."

Namun, ia menolak spekulasi bahwa Lee bertujuan untuk mengirim utusan khusus ke Korea Utara.

"Lebih penting dari sebelumnya untuk mengelola situasi di Semenanjung Korea secara stabil selama krisis ini," lanjut Kang.

"(Presiden) Lee telah lama percaya bahwa kedua Korea perlu membuka pintu yang telah lama tertutup," tandasnya.