Bagikan:

JAKARTA - Harga kedelai di Jakarta mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan terjadi di tingkat pengrajin tahu dan tempe hingga pedagang pasar tradisional, dipicu faktor global dan kondisi nilai tukar rupiah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, harga kedelai di tingkat pengrajin kini berada di kisaran Rp10.500–Rp11.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp8.000–Rp8.600 per kilogram.

Sementara di tingkat pasar tradisional, harga kedelai berada di kisaran Rp15.000–Rp20.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp13.000–Rp18.000 per kilogram.

"Kenaikan harga dikarenakan adanya dinamika secara global terkait gejolak negara eksportir kedelai terbesar Amerika Serikat dan nilai tukar rupiah yang menurun," kata Hasudungan kepada wartawan, Rabu, 8 April.

Kenaikan harga ini mulai terasa sejak bulan Ramadan pada Februari 2026 dan masih berlanjut hingga kini dengan pola fluktuatif.

"Berdasarkan pantauan lapangan tim petugas enumerator dan petugas statistik pertanian DKI Jakarta didapati kenaikan harga kedelai mulai mencuat sejak Ramadan pada bulan Februari 2026 lalu dan terus mengalami fluktuasi hingga saat ini," ungkap Hasudungan.

Ketergantungan Jakarta terhadap pasokan kedelai impor turut memperkuat dampak kenaikan harga global. Sebagian besar kebutuhan kedelai di ibu kota dipasok dari luar negeri, dengan kontribusi kecil dari daerah produsen dalam negeri seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Komoditas kedelai di DKI Jakarta banyak digunakan oleh pengrajin tahu dan tempe dibawah Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta yang juga tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo)," jelasnya.

Untuk meredam dampak kenaikan harga, pemerintah daerah mengimbau masyarakat mulai menyesuaikan pola konsumsi dengan alternatif bahan pangan lain yang memiliki nilai gizi seimbang namun lebih terjangkau.

"Warga DKI Jakarta dapat juga melakukan kegiatan urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga secara mandiri dirumah masing-masing," imbuh dia.