Bagikan:

JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 24 September 2025.

Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 24 September 2025, Kurs rupiah spot di tutup menguat 0,02 persen ke level Rp16.684 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,26 persen ke level harga Rp16.680 per dolar AS.

Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menyampaikan bahwa Rupiah kembali mengalami tekanan pada hari ini, menembus level psikologis Rp16.684 per dolar AS dan pergerakan ini mencerminkan gejolak sentimen global dan domestik.

Menurutnya pelemahan tersebut sebagian besar dipicu oleh rebound tajam pada Indeks Dolar AS setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengungkapkan sikap hati-hati terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut

"Pernyataannya mengindikasikan bahwa jalur pelonggaran kebijakan masih belum pasti, memperkuat daya tarik dolar dan mendorong investor untuk menarik modal dari aset berisiko, termasuk Rupiah," ujarnya kepada VOI, Rabu, 24 September.

Ia menambahkan bahwa situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter Bank Sentral AS tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah pasar valuta asing.

Di sisi lain, Sutopo menjelaskan bahwa kebijakan moneter domestik juga memberikan kontribusi terhadap tekanan ini.

"Keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin sejak September 2024, meskipun bertujuan menopang pertumbuhan, telah mengurangi daya tarik investasi di pasar keuangan domestik," jealsnya.

Menurutnya kesenjangan imbal hasil yang semakin melebar dengan aset AS membuat Rupiah semakin rentan terhadap arus keluar modal.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kekhawatiran pasar terhadap faktor-faktor fiskal, seperti independensi Bank Indonesia dan rencana ambisius pemerintah baru yang memerlukan pembiayaan besar, turut memperburuk situasi, yang tercermin dari proyeksi defisit anggaran 2026 yang lebih tinggi daripada usulan awal.