JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Hari Senin menuduh Israel merusak semua upaya untuk menghentikan perang di Timur Tengah, mengatakan Ankara akan terus mengejar setiap peluang untuk memajukan gencatan senjata.
"Pemerintah Israel terus merusak semua inisiatif yang bertujuan untuk mengakhiri perang," kata Presiden Erdogan setelah pertemuan kabinet mingguan di ibu kota Turki.
"Jika ada peluang sekecil apa pun untuk membungkam senjata dan membuka ruang untuk negosiasi, kami melakukan upaya tulus untuk merebutnya," lanjutnya.
"Harapan kami adalah bahwa perang yang melanggar hukum, tidak masuk akal, tidak sah, dan sangat merugikan bagi seluruh umat manusia ini akan segera berakhir," tandas Presiden Erdogan.
Lebih lanjut Presiden Erdogan juga mengatakan Turki telah meningkatkan kontak diplomatik untuk mencapai gencatan senjata.
"Karena perang terus berlanjut, kami telah memperingatkan bahwa api dapat menyebar ke negara lain. Saat kita meninggalkan hari ke-38 konflik, sayangnya kita terus membawa kekhawatiran yang sama untuk kawasan kita," jelasnya.
"Menghadapi meningkatnya risiko, saya, sebagai presiden, di satu sisi, dan para menteri kami di sisi lain, mempercepat kontak diplomatik kami," tandas Presiden Erdogan
BACA JUGA:
Diketahui, Turki telah berupaya menengahi pengakhiran permusuhan, terutama melalui negosiasi yang dilakukan dengan Pakistan dan Mesir.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Hari Senin bertemu dengan Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, menyebut pertemuan itu "produktif."
Menlu Fidan juga berbicara melalui telepon dengan mitranya dari Iran untuk membahas "jalannya perang dan perkembangan lainnya," kata sumber diplomatik Turki.