JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, tenggat waktu Selasa yang telah Ia tetapkan bagi Iran untuk mencapai kesepakatan adalah final dan kemungkinan besar tidak akan diperpanjang, menyebut proposal perdamaian Iran signifikan tetapi tidak cukup baik.
Presiden Trump telah memperingatkan pasukan AS akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur Iran, jika tenggat waktu Selasa malam untuk kesepakatan tidak dipenuhi.
"Mereka mengajukan proposal, dan itu adalah proposal yang signifikan. Itu adalah langkah yang signifikan. Itu tidak cukup baik," kata Trump kepada wartawan selama acara Paskah untuk anak-anak di halaman selatan Gedung Putih, melansir Al Arabiya dari Reuters (7/4).
Sebelumnya, para kritikus mengatakan Presiden Trump akan melakukan kejahatan perang jika AS menyerang pembangkit listrik sipil, sebuah poin yang dibantah Presiden Trump pada Hari Senin.
"Saya tidak khawatir tentang itu. Anda tahu apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir," kata Presiden Trump.
Presiden dari Partai Republik itu mengatakan, konflik lima minggu itu dapat berakhir dengan cepat jika Iran melakukan "apa yang harus mereka lakukan."
"Mereka harus melakukan hal-hal tertentu. Mereka tahu itu, mereka telah bernegosiasi, saya pikir dengan itikad baik," katanya.
Presiden Trump, yang telah memperpanjang tenggat waktu awalnya, tidak memberikan indikasi akan melakukannya lagi.
"Sangat tidak mungkin. Mereka sudah punya banyak waktu. Bahkan, mereka meminta tujuh hari. Saya bilang, saya akan memberi Anda 10 hari. Tetapi setelah 10 hari, kekacauan besar akan terjadi jika Anda tidak mencapai kesepakatan," jelasnya.
Diketahui, para pejabat senior Presiden Trump telah bernegosiasi dengan Iran secara tidak langsung melalui Pakistan, mencoba mendapatkan kesepakatan di mana Iran akan meninggalkan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur transit minyak. Iran mengatakan mereka menginginkan akhir permanen perang, bukan hanya gencatan senjata sementara.
BACA JUGA:
Presiden Trump mengatakan tampaknya tim terbaru yang mewakili pemerintah Iran "tidak se-radikalisasi" seperti tim lain yang telah tewas dalam serangan udara.
"Kami pikir mereka sebenarnya lebih pintar," katanya.
Trump mengatakan jika itu terserah padanya, Amerika Serikat akan mengambil alih kendali minyak Iran, tetapi ia mengatakan rakyat Amerika mungkin tidak akan memahami langkah tersebut.