Bagikan:

JAKARTA - Kremlin pada Hari Senin mengatakan perang Iran meningkat baik secara geografis maupun dampak ekonomi, dan seluruh kawasan Timur Tengah "terbakar" karena serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan media sosial yang penuh kata-kata kasar pada Hari Minggu mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Hari Selasa, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Ketika ditanya oleh Reuters tentang pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, Rusia telah melihatnya tetapi Kremlin lebih memilih untuk tidak berkomentar secara langsung.

"Kami mencatat bahwa tingkat ketegangan di kawasan ini meningkat dan terus meningkat," kata Peskov, melansir Al Arabiya dari Reuters (6/4).

"Faktanya, seluruh kawasan terbakar. Ini semua adalah konsekuensi yang sangat berbahaya dan negatif dari agresi yang dilancarkan terhadap Iran," lanjutnya.

"Geografi konflik ini telah meluas, dan sekarang kita semua menyadari konsekuensi yang kita miliki, termasuk konsekuensi yang sangat, sangat negatif bagi ekonomi global," tandas Peskov.

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, Ia memberikan batas waktu bagi Iran hingga Selasa malam untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastrukturnya, menurut wawancara yang Ia berikan kepada Wall Street Journal pada Hari Minggu.

"Jika mereka tidak melakukan sesuatu pada Selasa malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan jembatan yang masih berdiri,” kata Presiden Trump kepada Journal.

Politisi Partai Republik itu kemudian mengunggah di media sosial, tanpa menyebut Iran atau detail lainnya: "Selasa, pukul 8:00 malam Waktu Bagian Timur!"

Dalam unggahan terpisah sebelumnya pada Hari Minggu, Presiden Trump mengatakan Iran akan menghadapi serangan infrastruktur jika tidak membuka selat tersebut pada hari Selasa, tetapi tidak memberikan waktu spesifik.

Menanggapi itu, Kepala Parlemen Iran memperingatkan Presiden Trump, "langkah-langkah sembrono"nya akan berarti "seluruh kawasan kita akan terbakar."

"Langkah-langkah sembrono Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang mengerikan bagi setiap keluarga, dan seluruh kawasan kita akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf dalam unggahan X berbahasa Inggris, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kepala Parlemen Iran menambahkan, "satu-satunya solusi nyata adalah menghormati hak-hak rakyat Iran dan mengakhiri permainan berbahaya ini."