Bagikan:

JAKARTA - Iran telah menolak usulan gencatan senjata dalam perangnya dengan Amerika Serikat dan Israel, lapor media Pemerintah pada Hari Senin, meskipun ada ancaman keras dari Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur vitalnya.

"Iran telah menyampaikan kepada Pakistan tanggapannya terhadap usulan Amerika untuk mengakhiri perang," kata kantor berita pemerintah IRNA, tanpa mengungkapkan sumbernya atau isi tawaran AS tersebut, melansir Al Arabiya dari AFP (7/4).

"Dalam tanggapan ini – yang diuraikan dalam sepuluh poin – Iran telah menolak gencatan senjata dan bersikeras pada perlunya pengakhiran konflik secara definitif," lanjutnya.

Diketahui, beberapa negara sedang berupaya menemukan solusi diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 38 hari yang dipicu oleh serangan Israel dan AS terhadap Iran.

Sebelumnya, Presiden Trump memperingatkan pada Hari Minggu, kecuali Teheran setuju pada Selasa malam untuk mengizinkan jalur bebas bagi pelayaran melalui Selat Hormuz, ia akan memerintahkan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatannya.

Namun IRNA mengatakan Teheran telah membalas dengan tuntutan sendiri, termasuk "pengakhiran konflik di kawasan itu, protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz, rekonstruksi, dan pencabutan sanksi."

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Negeri Para Mullah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Selain itu, Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz, jalur air yang menjadi salah satu urat nadi transportasi minyak dan gas global.