JAKARTA - Otoritas Iran menunda upacara penghormatan terakhir untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pekan lalu.
Sedianya, upacara tersebut dijadwalkan dimulai pada Rabu malam. Tetapi, stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan penyelenggara telah memutuskan untuk menundanya mengingat "diperkirakan jumlah pelayat yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Tanggal dan waktu baru akan diumumkan kemudian, kata media tersebut, melansir Anadolu (5/3).
Kepala Dewan Koordinasi Dakwah Islam Teheran, badan yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan upacara semacam itu, sebelumnya mengatakan bahwa acara akan dimulai pukul 22.00 waktu setempat di Imam Khomeini Mosalla, kompleks tempat Salat Jumat biasa digelar.
Penyelenggara mengatakan jenazah Khamenei akan disemayamkan di Mosalla, dengan pintu dibuka selama tiga hari untuk memungkinkan para pelayat memberikan penghormatan terakhir mereka.
Program keagamaan dan budaya khusus direncanakan untuk masing-masing dari tiga hari tersebut, dimulai pada Rabu malam.
Sementara prosesi pemakaman dijadwalkan akan berlangsung setelah masa berkabung tiga hari.
Terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai tempat pemakaman Khamenei. Namun, beberapa media melaporkan bahwa ia kemungkinan akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di timur laut Iran.
Ayahnya, seorang ulama terkemuka pada masanya, juga dimakamkan di Mashhad di makam Imam Reza yang dihormati, yang merupakan tempat ziarah populer di negara tersebut.
BACA JUGA:
Rencananya, anggota keluarga Khamenei yang tewas, termasuk istri, putri, menantu laki-laki, menantu perempuan, dan dua cucunya, juga akan dimakamkan pada hari yang sama.
Mereka tewas pada hari pertama serangan AS-Israel pada Hari Sabtu, yang hingga saat ini telah menelan hampir 900 nyawa di seluruh negeri, termasuk 165 anak sekolah di Kota Minab, Iran selatan.
Menurut sumber, langkah-langkah keamanan yang diperketat akan diberlakukan baik untuk upacara berkabung selama tiga hari maupun prosesi pemakaman, karena serangan terus berlanjut dari kedua belah pihak.