Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan pada Hari Rabu, kapal selam Amerika Serikat berhasil menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka.

Setidaknya 80 orang tewas dalam serangan AS tersebut, kata Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka kepada televisi lokal pada Hari Rabu, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (4/4)

Sedangkan Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath sebelumnya mengatakan kepada parlemen, 180 orang berada di atas kapal Iran tersebut, yang diidentifikasinya sebagai IRIS Dena.

Sebuah kapal bernama IRIS Dena terdaftar sebagai peserta latihan angkatan laut yang diadakan di Teluk Bengal dari tanggal 18 hingga 25 Februari, menurut situs web latihan tersebut.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan jenazah telah ditemukan dari laut di area kejadian. Tiga puluh dua orang diselamatkan oleh angkatan laut Sri Lanka dan sedang dirawat di rumah sakit di kota pelabuhan Galle di selatan.

Angkatan laut menerima panggilan darurat dari sebuah kapal Iran dan memberi tahu angkatan udara Sri Lanka, dan keduanya meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, katanya.

Perahu penyelamat yang mencapai lokasi kejadian tidak melihat kapal tersebut dan hanya mengamati tumpahan minyak, kata Sampath, menambahkan insiden tersebut terjadi di luar perairan Sri Lanka, tetapi Kolombo tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan.

Pasukan Sri Lanka fokus pada penyelamatan nyawa di kapal Iran dan akan menyelidiki penyebab insiden tersebut nanti, katanya.

Pasukan Sri Lanka juga tidak mengamati kapal atau pesawat lain di area kejadian, tambahnya.

"Kami berharap dapat menyelamatkan lebih banyak orang dan akan melanjutkan (operasi) sampai kami yakin," kata Sampath.