JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta riset dipertajam agar cepat menjawab masalah yang dihadapi masyarakat, dengan menekankan teknologi terapan selain teknologi tinggi. Arahan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat koordinasi di Bappenas, Kamis, 5 Februari, yang mempertemukan Bappenas, BRIN, Mendiktisaintek, serta BPS.
Prasetyo mengatakan rapat digelar untuk “menyatukan pandangan” agar riset BRIN selaras dengan rencana pembangunan Bappenas dan kebutuhan kementerian/lembaga. Presiden, kata dia, juga memberi petunjuk agar penelitian segera membantu menyelesaikan persoalan konkret, salah satunya penanganan sampah rumah tangga dan sampah lingkungan.
“Diminta selain teknologi-teknologi tinggi, ada juga teknologi-teknologi terapan… untuk bisa sesegera mungkin menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat,” kata Prasetyo kepada wartawan usai pertemuan.
Menteri Bappenas Rahmad Pambudy menegaskan negara maju tidak ditentukan semata sumber daya alam atau uang, melainkan kemampuan inovasi dan teknologi. Ia menekankan pengembangan inovasi harus bertumpu pada keunggulan komparatif yang kemudian didorong menjadi keunggulan kompetitif melalui peran riset dan teknologi, serta diarahkan sampai ke tahap implementasi.
BACA JUGA:
Sementara Kepala BRIN Arif Satria menyatakan semua pihak sepakat merumuskan dan secepat-cepatnya mengimplementasikan arahan Presiden untuk mengatasi persoalan bersama dan mempercepat Indonesia menjadi negara maju. Mendiktisaintek Brian Yuliarto menambahkan, riset perlu memandu industrialisasi melalui proyeksi teknologi yang relevan di masa depan sebagai penjabaran RPJPN dan RPJMN. Ia juga menyebut perlunya peta jalan riset dan inovasi nasional yang disusun bersama.
Brian mengutip ekonom pemenang Nobel Paul Romer yang menekankan kemajuan ekonomi bertumpu pada kekuatan R&D. Ia juga mencontohkan peluang kolaborasi energi setelah kunjungan peraih Nobel 2025 Profesor Susumu Kitagawa dari Jepang yang mengembangkan metal organic framework (MOF) untuk penyimpanan gas lebih efisien, serta rencana pembangunan “sister laboratory” di BRIN.
Pemerintah juga menyiapkan skema pendanaan riset bersama lewat call for proposal. Infrastruktur riset juga akan dibuat “single” agar bisa diakses BRIN dan perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah membentuk konsorsium riset untuk tugas implementatif yang diminta Presiden—mulai dari sampah, kebersihan, tata kota, banjir, hingga tata kelola air. Arah kebijakan riset nasional bersama konsorsium tersebut ditargetkan diluncurkan pekan depan.