Ada Apa dengan Pemerintah dan PSSI? Menpora Zainuddin Amali Tegaskan Pemerintah dan PSSI Kompak dan Saling Percaya
Menpora Zainudin Amali dan Ketua PSSI Iwan Bule memberikan keterangan di sela-sela Kongres PSSI. (Foto Antara)

Bagikan:

JAKARTA –  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka Kongres PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) 2021 di Jakarta. Dalam sambutannya Menpora menegaskan kalau pemerintah dan PSSI selalu kompak dan saling percaya.

Kekompakan dan kepercayaan itu, kata Amali, yang membuat atmosfer sepak bola di Indonesia dalam kondisi baik dan mampu berjalan di tengah pandemi COVID-19. "Ekosistem, suasana persepakbolaan bagus membuat kepercayaan masyarakat muncul. Itulah kenapa sekarang ada yang tiba-tiba mau membeli klub, seperti Raffi Ahmad (mengakuisisi Cilegon United), Mas Kaesang (Kaesang Pangarep yang membeli Persis Solo)," ujar Menpora seperti dilansir Antara Sabtu, 29 Mei.

Politikus Partai Golkar itu pun menegaskan selama dirinya menjabat, tidak pernah ada berita negatif soal hubungan pemerintah dan PSSI. Menurut dia, semuanya berjalan harmonis, dan salah satu perwujudan kemitraan yang solid itu, yakni bergulirnya turnamen pramusim Piala Menpora 2021 pada 21 Maret-25 April.

Iwan Bule memberikan sambutan di Kongres PSSI. (Foto Antara)
Menpora Zainudin Amali memberikan sambutan di Kongres PSSI. (Foto Antara)

Untuk melaksanakan kompetisi tersebut, PSSI dan pemerintah rutin berkoordinasi serta berkomunikasi sehingga pada akhirnya Piala Menpora 2021 dapat berjalan nyaris tanpa kendala.

Menpora dan Ketum PSSI bahkan harus menandatangani jaminan personal (personal guarantee) supaya Polri mengeluarkan izin keramaian Piala Menpora. "Ketua Umum PSSI dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) (Akhmad Hadian Lukita) serta semua pihak terkait luar biasa komitmennya," kata Menpora.

Oleh karena itu, agar semangat serupa menyebar sampai ke daerah-daerah lain, Zainudin Amali meminta agar Asosiasi PSSI Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia bergandengan tangan erat dengan pemerintah setempat. "Kalau pemerintah dan PSSI kompak, sepak bola kita pasti akan maju," tutur pria asal Gorontalo tersebut.


Sementara Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo dan Menpora Zainudin Amali yang terus memerhatikan perkembangan sepak bola nasional. "Alhamdulillah, Pak Menteri selalu ingat sepak bola," tutur Iriawan.

 

Peserta Kongres PSSI 

Kongres Biasa PSSI digelar mulai pukul 14.00 WIB di salah satu hotel di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu. Acara ini diikuti 87 pemegang suara (voter) PSSI, delegasi dan para undangan. 

Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Sabtu, ada 87 pemegang suara (voter) yang akan menghadiri kongres tersebut. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia serta Komite Olahraga Indonesia juga dijadwalkan hadir. Kemudian, ada pula delegasi dari FIFA dan AFC yang mengikuti acara tersebut secara virtual.

Adapun 87 voter PSSI adalah 34 asosiasi provinsi, 18 tim Liga 1, 16 tim Liga 2, 16 tim Liga 3 dan tiga asosiasi di bawah naungan PSSI, yaitu Asosiasi Futsal Indonesia, Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia serta Asosiasi Pelatih Indonesia.

"Semoga kongres berjalan sukses, lancar dan semuanya dapat menjalankan hasil kongres. Saya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Menpora dan sejumlah undangan lainnya yang berkenan hadir," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Menpora buka Kongres PSSI di Jakarta. Istimewa)
Menpora Zainudin Amali didampingi Ketua PSSi Iwan Bule, Agum Gumelar dan lain-lain, membuka Kongres PSSI di Jakarta. (Istimewa)



Kongres biasa PSSI 2021 terasa berbeda dari kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.

Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pun diterapkan di tempat pelaksanaan, salah satunya dengan mewajibkan semua peserta kongres menjalani uji usap (swab test) antigen beberapa jam sebelum acara dimulai.

Prosedur lain yang mesti dipatuhi peserta kongres, yaitu wajib menggunakan masker, sebisa mungkin menjaga jarak di lokasi acara dan selalu mencuci tangan dengan cairan pembersih yang diletakkan di beberapa titik di lokasi.