Bagikan:

JAKARTA - DPP Partai Demokrat melaporkan sejumlah akun media sosial terkait dugaan penyebaran berita bohong yang menyinggung nama mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Polda Metro Jaya.

Hal itu dibenarkan, Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat Muhajir. Ia mengungkapkan bahwa, laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya pada Minggu, 4 Januari 2026.

"Benar BHPP DPP Partai Demokrat yang dalam hal ini di wakili oleh saya Muhajir selaku Kepala BHPP membuat LP (Laporan Polisi)," kata Muhajir saat dihubungi media, Selasa, 6 Desember 2026.

Muhajir menjelaskan, dalam laporannya, sejumlah akun YouTube dan TikTok memuat video dengan judul serta narasi provokatif pada 30 Desember 2025.

Konten-konten itu di antaranya menuding adanya korupsi besar, bahkan menyebut SBY sebagai tersangka, hingga mengaitkan isu ijazah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan manuver politik tertentu.

Berdasarkan laporan, akun yang dilaporkan antara lain akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang Boy YTN, dan @Kajian Online.

"Akun @AGRI FANANI Menampilkan insert video dengan judul anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang Sejarah RI", pada aplikasi youtube dengan nama akun @Bang boy YTN membuat judul "KEBONGKAR SIASAT BUSUK SBY DIBALIK SOMASI KE KETUA YOUTUBER NUSANTARA, TERNYATA U/ TANGKIS AIB INI". Pada aplikasi youtube dengan nama akun @Kajian Online membuat judul "SBY RESMI JADI TERSANGKA BARU FITNAH IJAZAH SBY LANGSUNG PINGSAN SAMPAI DILARIKAN KE RUMAH SAKIT," begitu isi tulisan yang ada di dalam Laporan Kepolisian dengan nomor: STTLP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

Selain itu, lanjut Muhajir, sebuah akun TikTok juga disorot karena memuat pernyataan panjang yang menuding Partai Demokrat dan SBY bermain di balik polemik ijazah Presiden Jokowi.

"Pada aplikasi Tiktok dengan nama akun @sudirowibudhiusmp berkata dengan kata-kata "Sepuluh Bukti Demokrat Bermain Di Ijazah Pak Jokowi, dengan berbagai Impian-impian besar tentu pak sby harus memutar otak tidak bisa bermain bersih karena kita tahu juga politik itu kotor teman-teman, seribu satu cara pasti dilakukan untuk bisa menjatuhkan lawan politiknya salah satunya ya dengan isu ijazah biar pak Jokowi tidak bisa focus menjadi king maker lagi di pilpres, disibukkan dengan isu-isu yang tidak jelas yaitu isu ijazah baik ijazah pak Jokowi alaupun ijazah mas Gibran terus saja digonjang-ganjingkan oleh pion-pion mereka yaitu Roy Suryo", pada aplikasi Youtube," jelasnya.

Muhajir menegaskan, atas unggahan-unggahan itu, DPP Demokrat merasa dirugikan dan menilai isi konten mengandung unsur fitnah serta informasi hoaks

"Pelapor datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan pengaduan guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.