Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat berencana untuk mengurangi jumlah pasukan yang berada di sisi timur Eropa, termasuk tentara yang akan ditempatkan di Mihail Kogalniceanu Air Base Rumania, ungkap Kementerian Pertahanan Rumania pada Hari Rabu.

Kementerian mengatakan, keputusan tersebut telah diperkirakan mengingat perubahan prioritas Washington, dan sekitar 1.000 tentara AS akan tetap ditempatkan di Rumania.

Antara 1.000 dan 1.200 tentara AS telah dirotasi keluar sebulan yang lalu dan tidak akan digantikan, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan.

"Keputusan Amerika adalah untuk menghentikan rotasi di Eropa sebuah brigade yang memiliki elemen di beberapa negara NATO," kata Kementerian Pertahanan Rumania, melansir Reuters 30 Oktober.

Sekutu-sekutu Washington di Eropa sebelumnya telah diberitahu oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa mereka perlu mengambil lebih banyak tanggung jawab atas keamanan mereka sendiri karena Amerika Serikat lebih berfokus pada perbatasannya sendiri dan kawasan Indo-Pasifik.

militer as di rumania
Marinir AS berlatih menembak di Mihail Kogalniceanu Air Base, Rumania. (Wikimedia Commons/US Marine Corps/2nd Lt. Danielle Dixon)

Militer AS mengatakan keputusan untuk tidak menggantikan pasukan Amerika yang meninggalkan Rumania bukanlah "penarikan pasukan Amerika dari Eropa atau sinyal berkurangnya komitmen terhadap NATO".

Namun, dalam sebuah langkah yang jarang terjadi, para anggota parlemen Republik AS di Komite Angkatan Bersenjata Senat dan DPR mengecam langkah tersebut.

"Kami sangat menentang keputusan untuk tidak mempertahankan brigade rotasi AS di Rumania," kata pernyataan bersama tersebut, seraya menambahkan para anggota parlemen sedang mencari klarifikasi dari Pentagon.

Menteri Pertahanan Ionut Mosteanu mengatakan dalam konferensi pers bahwa brigade tersebut memiliki pasukan di Rumania, Bulgaria, Hongaria, dan Slovakia.

Ia mengatakan, hubungan Bucharest dengan Washington tetap kuat dan kehadiran permanen sekutu tetap "cukup besar", sekitar 3.500 tentara NATO termasuk tentara AS.

militer as di rumania
Marinir AS di Mihail Kogalniceanu Air Base, Rumania. (Wikimedia Commons/U.S. Marine Corps/Sgt. Alexandria Blanche/2DMARDIV COMCAM)

"Itu cukup untuk kebutuhan kami," kata Mosteanu.

"Harapan untuk memiliki seluruh pasukan asing di sini untuk membela kami tidak realistis. Kami akan terus berinvestasi di tentara Rumania," tandasnya.

Ia mengatakan Rumania telah menerima sistem pertahanan udara canggih dari Washington yang akan meningkatkan kemampuan negara itu untuk melindungi diri dari pesawat nirawak yang melanggar wilayah udaranya.

Diketahui, negara Uni Eropa dan NATO ini berbagi perbatasan darat sepanjang 650 km (400 mil) dengan Ukraina dan telah menyaksikan pesawat nirawak Rusia melanggar wilayah udaranya lebih dari 20 kali selama dua tahun terakhir, serta ranjau yang mengapung di Laut Hitam melintasi rute perdagangan dan energi utama.

Seorang pejabat NATO mengatakan aliansi tersebut sedang berkomunikasi erat mengenai pengerahan pasukannya, menambahkan bahwa penyesuaian terhadap pengerahan pasukan AS bukanlah hal yang aneh.

Terpisah, Kementerian Pertahanan Slovakia mengatakan keputusan untuk tidak mengganti brigade rotasi hanya berdampak pada Rumania, sementara pertahanan Slovakia disediakan oleh brigade NATO multinasional yang dipimpin Spanyol.

Sedangkan Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz dan Penasihat Presiden Lithuania Deividas Matulionis mengatakan mereka belum menerima informasi apa pun tentang kemungkinan pengurangan pasukan AS di wilayah mereka.

Meskipun ada kekhawatiran di sisi timur NATO tentang potensi pengurangan kehadiran AS di kawasan tersebut, saat Rusia terus berperang di Ukraina, Presiden Trump mengatakan pada bulan September, Washington dapat meningkatkan kehadiran pasukannya di Polandia.