Bagikan:

JAKARTA - Rusia menegaskan pendiriannya untuk mengakhiri perang di Ukraina tidak berubah sejak Presiden Vladimir Putin menetapkan persyaratannya tahun lalu yakni penarikan penuh pasukan Kyiv dari wilayah-wilayah penting Ukraina dan meninggalkan ambisi NATO-nya.

Putin dan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu pada Jumat, 15 Agustus di Alaska, pertemuan puncak AS-Rusia pertama sejak 2021, untuk membahas upaya-upaya mengakhiri perang.

Trump mengatakan kedua belah pihak harus menukar sebagian wilayah yang saat ini mereka kuasai agar hal ini terwujud.

Rusia saat ini menguasai 19% wilayah Ukraina, termasuk seluruh Krimea, seluruh Luhansk, lebih dari 70% wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson, serta sebagian kecil wilayah Kharkiv, Sumy, Mykolaiv, dan Dnipropetrovsk.

Setelah beberapa media melaporkan Washington memahami Putin siap berkompromi terkait tuntutan teritorialnya, Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexei Fadeev, menegaskan posisi Rusia tidak berubah.

"Posisi Rusia tetap tidak berubah, dan hal itu disuarakan di aula ini lebih dari setahun yang lalu, pada 14 Juni 2024," kata Fadeev, merujuk pada pidato yang disampaikan Putin saat itu di Kementerian Luar Negeri dilansir Reuters, Rabu, 13 Agustus.

Saat itu, dalam pernyataan publik terlengkapnya sejauh ini tentang bentuk kemungkinan penyelesaian, pemimpin Kremlin mengajukan tuntutan, termasuk penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson yang masih mereka kuasai.

Putin juga mengatakan Kyiv harus secara resmi memberi tahu Moskow mereka membatalkan rencananya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Selain itu, Putin mengatakan hak dan kebebasan penutur bahasa Rusia di Ukraina harus dijamin, dan "kenyataan" Krimea, Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson kini menjadi bagian dari Rusia.

Putin mengatakan persyaratannya juga harus tercermin dalam perjanjian internasional. Pada pidatonya di tahun 2024, Ukraina menolak tuntutannya dan menganggapnya sebagai ultimatum yang absurd.

Ukraina telah berulang kali menyatakan tidak akan pernah mengakui pendudukan Rusia atas wilayahnya dan sebagian besar negara mengakui wilayah Ukraina dalam batas-batasnya sejak tahun 1991.

Berdasarkan garis depan saat ini, tuntutan Putin akan mengharuskan Ukraina menyerahkan tambahan 21.000 km persegi (8.100 mil persegi) kepada Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Rusia harus menyetujui gencatan senjata sebelum masalah teritorial dibahas. Ia akan menolak usulan Rusia apa pun agar Ukraina menarik pasukannya dari wilayah Donbas timur dan menyerahkan garis pertahanannya.