JAKARTA - Pengadilan Turki membatalkan hasil kongres Partai Rakyat Republik (CHP) pada 2023 yang memilih pemimpin oposisi utama Ozgur Ozel sebagai Ketua Umum Partai CHP.
Putusan pada Kamis 21 Mei waktu setempat ini menjadi pukulan telak bagi oposisi Presiden Turki Tayyip Erdogan.
Pengadilan banding beralasan membatalkan kongres tersebut karena adanya penyimpangan dan memutuskan bahwa mantan Ketum Partai CHP Kemal Kilicdaroglu harus menggantikan Ozel. Kilicdaroglu merupakan tokoh kontroversial di Partai CHP yang kalah dari Erdogan dalam Pilpres Turki 2023.
Mengutip Reuters, kejadian ini dipandang sebagai ujian yang dapat menggoyahkan tatanan demokrasi dan otokrasi di Turki.
Putusan itu juga berpotensi menimbulkan pertikaian internal di kalangan oposisi. Jika terjadi hal tersebut dapat meningkatkan peluang Erdogan untuk memperpanjang kekuasaannya selama lebih dari dua dekade di negara anggota NATO yang besar dan ekonomi pasar berkembang utama itu.
Oposisi Erdogan Terjerat Hukum
Partai CHP, yang memiliki elektabilitas hampir sama dengan Partai AK yang dipimpin Erdogan dalam jajak pendapat, secara terpisah menghadapi tindakan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 2024, di mana ratusan anggota dan pejabat terpilih kader Partai CHP telah ditahan dengan tuduhan korupsi yang telah dibantah oleh partai oposisi tersebut.
Di antara mereka yang divonis penjara selama lebih dari setahun adalah Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang dianggap sebagai saingan utama Erdogan dan tetap menjadi kandidat resmi Partai CHP untuk Pilpres Turki pada 2028, tetapi bisa jadi digelar tahun depan.
BACA JUGA:
Setelah putusan pengadilan, Ozel mengumpulkan para pemimpin Partai CHP di markas CHP di Ankara untuk membahas langkah-langkah yang mungkin diambil terhadap para kader yang memprotes putusan pengadilan tersebut.
Ali Mahir Basarir, wakil ketua kelompok parlemen Partai CHP, mengatakan bahwa putusan tersebut “adalah upaya kudeta yang dilakukan melalui peradilan (dan) pukulan terhadap kehendak 86 juta orang.”
Katanya, Partai CHP menolak putusan itu. Basarir menambahkan bahwa mereka yang menandatanganinya “terlibat dalam upaya kudeta ini dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan pengadilan.”
Bursa utama Turki, Borsa Istanbul .XU100, turun 6 persen sebagai respons atas putusan tersebut. Hal itu memicu penghentian perdagangan sementara di seluruh pasar, sementara obligasi pemerintah Turki juga merosot. Obligasi pemerintah turun hingga 1,2 sen US900123BG46=TE, US900123CB40=TE, yang bagi banyak orang merupakan penurunan terbesar sejak akhir Maret 2026.