JAKARTA – Pakar komunikasi politik Hendri Satrio mengungkapkan, keselarasan antara presiden dan menteri di kabinet merupakan salah satu tantangan besar bagi Prabowo Subianto di sisa masa kepemimpinannya.
Menurutnya, keselarasan yang belum sempurna itu akan menciptakan kesenjangan yang cukup besar antara visi presiden dan pelaksanaan oleh para menterinya.
Kesenjangan ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi efektivitas pemerintahan.
“Jadi memang dalam satu tahun ini problem terbesarnya Pak Prabowo itu adalah gap yang cukup panjang antara dirinya dengan menteri-menteri. Jadi gapnya itu panjang betul,” kata Hensat, Minggu 26 Oktober.
Dia menilai, Prabowo sebenarnya memiliki visi besar untuk memajukan Indonesia, sebagaimana tergambar dalam pidato pelantikannya yang menyinggung ketimpangan sosial.
Sayangnya, hanya beberapa figur di kabinet seperti Sjafrie Sjamsoeddin, Sugiono, Teddy Indra Wijaya, Angga Raka Prabowo, Prasetyo Hadi, dan Sudaryono yang dianggap mampu menjalin komunikasi efektif dengan presiden.
“Selain orang-orang yang lama berada di lingkarannya, Prabowo terlihat tidak mudah menyelaraskan visi dan misi dengan yang anggota kabinet dari partai lain, bahkan mungkin takut mereka para menteri-menteri ini bicara dengan Prabowo untuk sekedar bertanya maksud dari programnya dan sebagainya,” ujar Hensat.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini menekankan, salah satu dampak dari ketidakselarasan ini adalah komunikasi kebijakan yang kurang terkoordinasi sehingga banyak kebijakan yang belum final namun diumumkan dan dianulir, karena menyebabkan kebingungan bagi masyarakat.
BACA JUGA:
Hensat mengaku salut karena Presiden Prabowo mau mengakui kurangnya keselarasan dengan para pembantunya di tahun pertama pemerintahan, dan melakukan sejumlah perbaikan.
Dia menyatakan, penugasan Mensesneg Prasetyo Hadi sebagai juru bicara istana sekaligus membentuk Badan Komunikasi Pemerintah merupakan upaya memperbaiki koordinasi dan komunikasi di pemerintahan.
“Pada akhirnya, banyak hal memang harus diperbaiki tapi menurut saya satu tahun ini harusnya masa bulan madu-nya sudah selesai, dan Pak Prabowo perlahan memperbaiki itu, saya mengapresiasi penuh soal ini,” tandasnya.