JAKARTA - Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan lebih dari 8.000 guru siap kembali membantu anak-anak di Jalur Gaza melanjutkan pendidikan mereka setelah bertahun-tahun terhenti akibat perang.
Dalam unggahan di platform X, UNRWA menegaskan bahwa sebagai organisasi kemanusiaan terbesar yang masih beroperasi di wilayah kantong Palestina tersebut, pihaknya harus diizinkan untuk menjalankan tugas tanpa hambatan.
“Anak-anak Gaza sudah terlalu lama kehilangan hak atas pendidikan,” tegas UNRWA, dikutip dari ANTARA.
Lembaga itu juga menekankan pentingnya agar anak-anak di Gaza segera kembali ke sekolah, mengingat pendidikan menjadi salah satu hak dasar yang paling terdampak selama konflik berlangsung.
Sebelumnya, Data Kementerian Pendidikan Palestina mencatat, sejak perang pecah pada Oktober 2023, Israel telah menghancurkan 172 sekolah negeri, merusak 118 sekolah lainnya, serta menyerang lebih dari 100 sekolah yang dikelola UNRWA.
BACA JUGA:
Tragedi ini juga menelan korban jiwa di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Sebanyak 17.711 siswa dilaporkan meninggal dunia, 25.897 siswa mengalami luka-luka, dan 763 tenaga pendidik gugur dengan 3.189 lainnya terluka.
Selain memulihkan sektor pendidikan, UNRWA juga berupaya memperbaiki layanan kesehatan dasar bagi masyarakat Gaza.