Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Belanda berencana melarang impor barang-barang yang diproduksi di permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki Israel terkait rencana Israel di Tepi Barat dan serangan militernya di Gaza.

Belanda memberlakukan larangan perjalanan terhadap dua menteri kabinet sayap kanan Israel pada Juli, menuduh mereka menghasut kekerasan terhadap warga Palestina dan menyerukan "pembersihan etnis" di Gaza, tetapi pemerintah enggan mengambil langkah lebih lanjut hingga saat ini.

Bulan lalu, mantan Menteri Luar Negeri Casper Veldkamp mengundurkan diri karena ia merasa tidak ada dukungan dalam kabinet untuk mengambil tindakan tambahan terhadap Israel.

Namun penggantinya, David van Weel, mengatakan kepada parlemen pada Rabu malam, ia telah menginstruksikan departemennya untuk merancang dekrit pemerintah tentang larangan impor.

Dilansir Reuters, van Weel mengatakan tindakan tersebut akan dilaksanakan sesegera mungkin.

Belanda adalah pembeli global utama barang-barang Israel, tetapi Van Weel tidak mengatakan berapa banyak barang yang saat ini diimpor dari permukiman Yahudi.

Sebagian besar masyarakat internasional menganggap permukiman Israel di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional.

Pemerintah Israel menganggap permukiman legal menurut hukumnya sendiri, sementara beberapa yang disebut "pos terdepan" ilegal tetapi seringkali ditoleransi dan terkadang kemudian dilegalkan.

Belanda juga mendukung rencana Komisi Eropa untuk menangguhkan tindakan terkait perdagangan dalam perjanjian Uni Eropa dengan Israel, kata Van Weel.