JAKARTA - Turki pada Hari Jumat menyerukan masyarakat internasional untuk mencegah rencana Israel "mengambil alih kendali" Kota Gaza berdasarkan rencana yang diusulkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
"Setiap langkah yang diambil oleh pemerintahan fundamentalis Netanyahu untuk melanjutkan genosida dan memperluas pendudukannya merupakan pukulan berat bagi perdamaian dan keamanan global," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, melansir Daily Sabah 8 Agustus.
Menyebut langkah Israel sebagai upaya untuk membuat Gaza tidak layak huni dan menggusur paksa warga Palestina dari tanah mereka, kementerian tersebut mengatakan Turki "mengutuk keras" keputusan Israel.
Turki menekankan, perdamaian abadi di kawasan tersebut hanya dapat dicapai melalui penghormatan terhadap hukum internasional, prioritas diplomasi dan perlindungan hak asasi manusia.
Berdasarkan rencana untuk "mengalahkan" Hamas di Jalur Gaza, tentara Israel "akan bersiap untuk mengambil alih kendali Kota Gaza," kata kantor PM Netanyahu pada Hari Jumat.
"Israel harus segera menghentikan rencana perangnya, menyetujui gencatan senjata, dan memulai negosiasi untuk solusi dua negara," demikian pernyataan Turki.
BACA JUGA:
Turki juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk "menjalankan tanggung jawabnya untuk mencegah implementasi rencana ini" dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil keputusan yang mengikat terhadap Israel.