JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir berharap konflik Kamboja dan Thailand segera selesai, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas di kawasan Asia Tenggara, saat ulang tahun ke-58 ASEAN pada Hari Jumat.
Thailand dan Kamboja terlibat saling serang lintas batas tersengit dalam satu dekade terakhir bulan lalu, menyusul sengketa perbatasan yang sudah berlangsung sejak lama.
Pertempuran bulan lalu termasuk termasuk pertukaran tembakan artileri dan serangan bom jet tempur yang menewaskan sedikitnya 43 orang dan menyebabkan lebih dari 300.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Kedua negara menyepakati gencatan senjata tanpa syarat dalam pertemuan trilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 28 Juli lalu.
"Permasalahan Thailand dan Kamboja (diharapkan) bisa segera diselesaikan dan kita mendukung langkah-langkah) yang diambil oleh Malaysia selaku Ketua ASEAN," kata Wamenlu Tata di Jakarta, Jumat 8 Agustus.
Lebih jauh Wamenlu Tata menilai langkah-langkah yang diambil konstruktif, dengan semangat solidaritas, semangat bekerja sama dan unity ASEAN penting untuk terus dijaga.
"Apalagi hari ini ASEAN Day ke-58, kita harus terus menjaga unity ASEAN, harus terus menjaga solidaritas ASEAN, harus mendorong kerja sama antar negara ASEAN," seru Wamenlu Tata.
Kemarin, Thailand dan Kamboja menyepakati rencana implementasi gencatan senjata guna meredakan ketegangan di perbatasan kedua negara. Rencana yang terdiri dari 13 poin itu disepakati dalam pertemuan komite perbatasan kedua negara yang dipimpin Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha dan Penjabat Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkphanit Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha dan Penjabat Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkphanit.
"Akan ada tim pemantau atase militer ASEAN yang berbasis di Thailand dan Kamboja, yang dipimpin oleh Malaysia," kata Nattaphon dilansir Reuters.
BACA JUGA:
"Thailand dan Kamboja adalah negara tetangga dengan perbatasan bersama yang dapat dipisahkan. Sebuah resolusi akan memungkinkan rakyat kami kembali ke kehidupan yang damai," sambungnya.
Thailand dan Kamboja menyatakan dalam pernyataan bersama mereka akan mengadakan perundingan lebih lanjut dalam dua minggu dan kemudian kembali dalam sebulan.
Diketahui, Thailand dan Kamboja telah berselisih selama beberapa dekade mengenai wilayah perbatasan darat mereka yang tidak dibatasi sepanjang 817 km (508 mil), yang pertama kali dipetakan oleh Prancis pada tahun 1907 ketika Prancis masih menjadi koloninya.