Kontraktor Keamanan Amerika Serikat Ikut Ditarik dari Afghanistan, Taliban Merajalela
Ilustrasi penarikan militer Amerika Serikat (Wikimedia Commons/US Army)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin memastikan, poses pemindahan seluruh kontraktor keaman yang bekerja dengan Amerika Serikat di Afghanistan, sedang berlangsung seiring penarikan pasukan seusai instruksi Presiden Joe Biden.

Pernyataan ini memperjelas indikasi penarikan secara menyuluruh kekuatan bersenjata Negeri Paman Sam di Afghanistan, termasuk dengan penarikan kontraktor keamanan yang didanai oleh Amerika Serikat.

"Kami akan secara bertanggung jawab menurunkan semua kemampuan kami yang menjadi tanggung jawab kami dan kontraktor juga termasuk dalam wilayah itu," jelas Lloyd Austin saat ditanya apakah Pentagon telah mengeluarkan perintah untuk menarik tidak hanya pasukan Amerika tetapi juga kontraktor

Kendati demikian, Menteri Pertahanan Austin mengatakan kontraktor dapat menegosiasikan kembali kontraknya dengan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat di masa depan.

Pada April, ada hampir 17.000 kontraktor Pentagon, termasuk sekitar 6.150 orang Amerika, 4.300 warga Afghanistan dan 6.400 dari negara lain. Austin mengatakan sejauh ini penarikan itu berjalan sesuai rencana.

Kepergian ribuan kontraktor, terutama yang melayani pasukan keamanan Afghanistan, telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pejabat Negeri Paman Sam, tentang kemampuan pemerintah dan militer Afghanistan untuk mempertahankan fungsi-fungsi penting.

Setelah proses penarikan dimulain, pasukan keamanan Afghanistan terjebak dalam pertempuran setiap hari dengan Taliban, yang telah mengobarkan perang untuk menggulingkan pemerintah yang didukung asing, sejak Taliban dongkel dari kekuasaan pada tahun 2011.

Hanya dalam dua hari, Taliban merajalela merebut distrik kedua di provinsi utara Baghlan pada Hari Kamis. Pemerintah Afghanistan, mengatakan Taliban telah membunuh dan melukai lebih dari 50 tentara dalam serangan di setidaknya 26 provinsi selama 24 jam terakhir, sementara pasukannya membunuh puluhan Taliban dalam periode yang sama.

Sementara itu, Pemimpin Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Jenderal Mark Milley mengatakan, telah terjadi tingkat serangan kekerasan yang berkelanjutan terhadap pasukan keamanan Afghanistan, tetapi tidak ada serangan terhadap tentara Amerika Serikat dan pasukan koalisi sejak 1 Mei.

Milley mengatakan, masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang bagaimana Afghanistan akan berubah setelah penarikan pasukannya, mengingat Afghanistan memiliki kekuatan militer dan polisi yang sangat besar dan pemerintah Afghanistan masih kohesif.

"Ini bukan kesimpulan sebelumnya, dalam perkiraan militer profesional saya, bahwa Taliban secara otomatis menang dan Kabul jatuh atau prediksi buruk lainnya," tukas Milley.