JAKARTA - Seorang wanita lanjut usia bernama Esah (60), warga Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mengaku menjadi korban penipuan saat berusaha mencairkan dana BPJS di Kantor BPJS Taman Palem, Jakarta Barat.
Kasus itu terjadi pada Senin 8 Juli 2024. Namun hingga saat ini korban dan anggota keluarganya mengaku belum mendapat titik terang dari kepolisian, yakni Polres Metro Jakarta Barat. Kasus ini terkatung-katung, hingga satu tahun lamanya.
Menurut keterangan korban, modus yang dilakukan yakni pelaku mendatangi rumah korban dan mengaku sebagai petugas BPJS Cengkareng Taman Palem, Jakarta Barat.
Korban yang tergolong lanjut usia (lansia) dengan keterbatasan fisik, tidak sempat mengecek lebih dalam mengenai identitas petugas tersebut. Terlebih, saat itu tidak ada anggota keluarga yang mendampingi.
Pelaku berpura-pura mengurus administrasi. Seiring berjalannya waktu pada saat korban akan mengecek uang tersebut di aplikasi ‘Seabank’ ternyata terdapat transaksi tak dikenal sebesar Rp62.500.000 dari rekening korban ke Bank BCA atas nama Dewi Sapitri.
Diduga, pelaku menggunakan data pribadi korban untuk membobol uang BPJS untuk dipindahkan ke rekening lain.
Korban merasa ditipu. Sebab uang sebanyak puluhan juta tersebut tidak sampai di tangannya untuk biaya pengobatan lantaran kakinya terbakar.
Korban adalah seorang lansia yang sudah tidak bekerja dan butuh biaya hidup. Sehingga korban merasa uang sebesar Rp65 juta sangatlah besar, dan sangat berguna untuk keperluan sehari-hari.
BACA JUGA:
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat pada Senin 08 Juli 2024. Namun, pihak keluarga korban merasa kepolisian tidak mengungkap siapa pelaku atau dalang dari kasus ini.
"Dan sekarang bulan apa?, Tahun berapa? 2 JUNI 2025. Sudah satu tahun kasus ini tidak ada keberlanjutan atau progresnya. Bahkan waktu itu saya minta SP2HP ke pihak penyidiknya saja banyak alasan," kata korban Esah dalam keterangannya yang diterima VOI, Senin 21 Juli 2025.
Dikonfirmasi, BPJS Taman Palem Cengkareng Jakarta Barat mengakui bahwa pihaknya sudah memenuhi panggilan kepolisian sebagai saksi.
Arwan Saputra, Plt Kepala Cabang BPJS Cengkareng, saat dihubungi VOI, Senin, 21 Juli 2025, mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. Menurut Arwan, ia baru beberapa bulan menjadi Kacab (kepala cabang) BPJS Cengkareng, Jakarta Barat. Kendati demikian ia akan melakukan pengecekan terhadap korban.
“Saya baru tiga bulan di sini (BPJS Cengkareng). Saya koordinasi dulu dengan Kacab sebelumnya untuk mencari tahu. Jujur saya baru tahu, saya baru tiga bulan di sini.” kata Arwan Saputra berbincang dengan VOI melalui sambungan telepon.