Bagikan:

JAKARTA - Mulutmu harimaumu. Pepatah ini rasanya cocok menggambarkan situasi di jajaran menteri Kuba.

Pemerintah Kuba memecat menteri ketenagakerjaannya setelah ditegur secara terbuka oleh presiden karena mengatakan para pengemis di negara itu semuanya penipu yang menyamar.

Pengumuman singkat pada Selasa malam menyebutkan Menteri Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Marta Elena Feito menunjukkan kurangnya objektivitas dan kepekaan terhadap topik-topik yang saat ini menjadi pusat kebijakan politik dan pemerintahan.

Pernyataan menteri soal pengemis penipu dalam siaran langsung televisi pada Senin, 14 Juli, beredar luas di media sosial dan menjadi sasaran amarah karena rasa frustrasi masyarakat terhadap krisis ekonomi selama bertahun-tahun.

"Kami telah melihat orang-orang yang tampak seperti pengemis, tetapi ketika Anda melihat tangan mereka, ketika Anda melihat pakaian yang mereka kenakan, mereka menyamar sebagai pengemis. Di Kuba, tidak ada pengemis," kata Feito dilansir Reuters, Rabu, 16 Juli.

"Mereka telah menemukan cara hidup yang mudah, untuk mencari uang dan tidak bekerja sebagaimana mestinya,” sambungnya.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel lantas menanggapi pernyataan tersebut di hadapan komite keesokan harinya. Diaz-Canel mengatakan celotehan menterinya menunjukkan kurangnya empati dan pemahaman tentang akar kemiskinan.

"Orang-orang ini, yang terkadang kita gambarkan sebagai tunawisma atau terkait dengan pengemisan, sebenarnya merupakan ekspresi nyata dari ketimpangan sosial dan masalah yang kita hadapi," kata presiden.

"Mereka yang rentan bukanlah musuh kita,” tegas Presiden Kuba.