Bagikan:

JAKARTA - Drone Israel menargetkan kota Sweida di Suriah, tempat bentrokan antara pasukan pemerintah Suriah dan pejuang Druze setempat kembali terjadi.

Belum ada pernyataan langsung dari militer Israel terkait serangan terbaru pada Rabu, 16 Juli.

Pada Selasa, Israel melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah di wilayah Sweida, Suriah selatan.

Israel menyatakan tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi minoritas Druze dan berjanji untuk memastikan wilayah di dekat perbatasan Israel tetap didemiliterisasi.

Seorang reporter Reuters mendengar setidaknya empat serangan sementara suara drone terdengar di atas kepala dan melihat tank yang rusak ditarik menjauh dari kota. Di sana, terdengar rentetan tembakan saat kekerasan memasuki hari ketiga.

Meningkatnya kekerasan di kota yang mayoritas penduduknya beragama Druze ini menandai tantangan terbaru bagi Presiden sementara Ahmed al-Sharaa di wilayah Suriah, tempat Israel telah berjanji untuk melindungi minoritas Druze.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menginstruksikan militer untuk segera menyerang pasukan dan persenjataan rezim yang dibawa ke wilayah Sweida untuk operasi rezim melawan Druze.

"Israel berkomitmen untuk mencegah bahaya bagi Druze di Suriah karena aliansi persaudaraan yang erat dengan warga Druze kami di Israel," kata otoritas Israel dilansir Reuters, Selasa, 15 Juli.

"Kami bertindak untuk mencegah rezim Suriah membahayakan mereka dan untuk memastikan demiliterisasi wilayah yang berbatasan dengan Suriah,” sambungnya.

Sebelumnya seorang pemimpin Druze yang berpengaruh, Sheikh Hikmat al-Hajri, mengeluarkan pernyataan yang menuduh pasukan pemerintah Suriah melanggar gencatan senjata dan membombardir kota tersebut, serta menyerukan para pejuang untuk melawan pasukan pemerintah.

Menteri Pertahanan Suriah Murhaf Abu Qasra kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan gencatan senjata telah diberlakukan secara penuh, dan mengatakan pasukan pemerintah hanya akan