Bagikan:

JAKARTA - Rusia menyerang kota-kota di Ukraina semalam dengan ratusan pesawat nirawak (drone) dan serangan rudal menyasar infrastruktur energi. Dilaporkan 15 orang terluka akibat serangan Rusia.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 400 pesawat nirawak dan satu rudal balistik, terutama menargetkan Kharkiv, Kryvyi Rih, dan Vinnytsia -- tiga kota di berbagai wilayah Ukraina.

Sebelumnya, pejabat Ukraina melaporkan dua orang tewas dalam serangan pesawat nirawak di kota garis depan Kupiansk.

Serangan jarak jauh berskala besar tersebut menargetkan infrastruktur energi, tulis Presiden Volodymyr Zelenskyy di Telegram.

"Kami sekarang sedang melakukan yang terbaik untuk memulihkan semuanya di Kryvyi Rih, dan pasokan listrik akan dipulihkan sepanjang hari ini," katanya dilansir Reuters, Rabu, 16 Juli.

Angkatan Udara mengatakan telah menembak jatuh sebagian besar drone, tetapi 12 target terkena 57 drone dan rudal.

Rusia telah meningkatkan serangan terhadap kota-kota di seluruh Ukraina musim panas ini, secara rutin mengirimkan ratusan drone yang disertai rudal balistik.

Serangan tersebut dikutip oleh Presiden AS Donald Trump minggu ini sebagai alasan keputusannya untuk menyetujui lebih banyak senjata untuk Ukraina, termasuk pertahanan udara.

"Rusia tidak mengubah strateginya, dan untuk melawan teror ini secara efektif, kita membutuhkan penguatan pertahanan sistemik: lebih banyak pertahanan udara, lebih banyak pencegat (drone), lebih banyak tekad untuk membuat Rusia merasakan respons kita," tulis Zelenskyy pada Rabu.

Kepala administrasi militer di kota Kryvyi Rih di tenggara Ukraina, Oleksandr Vilkul, mengatakan pasukan Rusia melakukan serangan lanjutan dengan sebuah rudal dan 28 drone.

Ia mengatakan pasokan listrik dan air telah terganggu di beberapa daerah.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun terluka parah dalam serangan itu dan sedang berjuang untuk hidupnya di rumah sakit, tambah Vilkul.

Di Vinnytsia dan wilayah sekitarnya, delapan orang terluka, menurut Kementerian Dalam Negeri Ukraina.

Di Kharkiv, yang sering menjadi sasaran serangan Rusia, Gubernur Daerah Oleh Syniehubov mengatakan setidaknya 17 ledakan tercatat dalam serangan drone berdurasi 20 menit yang mengakibatkan tiga orang terluka.

Sementara Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan unit pertahanan udara telah beraksi di ibu kota untuk sementara waktu, tetapi tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan.

Rusia telah menewaskan ribuan warga sipil dalam serangan di kota-kota Ukraina sejak melancarkan invasi skala penuh lebih dari tiga tahun lalu.

Moskow mengatakan infrastruktur sipil seperti sistem energi adalah target yang sah karena membantu upaya perang Ukraina. Ukraina juga melancarkan serangan jarak jauh terhadap target-target di Rusia, meskipun dalam skala yang lebih terbatas.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin berniat untuk terus berperang di Ukraina hingga Barat memenuhi persyaratan perdamaiannya.

Putin tidak terpengaruh oleh ancaman sanksi yang lebih keras dari Donald Trump, dan tuntutan teritorialnya mungkin meluas seiring kemajuan pasukan Rusia, menurut tiga sumber yang dekat dengan Kremlin.

Putin yakin ekonomi dan militer Rusia cukup kuat untuk menghadapi tindakan tambahan dari Barat, kata sumber tersebut.

Pada Senin, Trump mengungkapkan frustrasinya atas penolakan Putin untuk menyetujui gencatan senjata dan mengumumkan gelombang pasokan senjata ke Ukraina, termasuk sistem rudal darat-ke-udara Patriot.

Trump juga mengancam akan memberikan sanksi lebih lanjut kepada Rusia kecuali kesepakatan damai dicapai dalam 50 hari.

Tiga sumber Rusia, yang akrab dengan pemikiran tingkat tinggi Kremlin, mengatakan Putin tidak akan menghentikan perang di bawah tekanan Barat dan yakin Rusia dapat menanggung kesulitan ekonomi lebih lanjut, termasuk ancaman tarif AS yang menargetkan pembeli minyak Rusia.