JAKARTA - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas menyebut UE tidak menyetujui paket sanksi ke-18 Rusia pada Selasa, setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels.
Dilansir Reuters, Selasa, 15 Juli, Kaja Kallas mengatakan sangat “sedih" sanksi tersebut tidak disetujui, tetapi berharap kesepakatan akan tercapai pada Rabu, seraya menyebut keputusan ada di tangan Slovakia.
Slovakia telah memblokir paket sanksi terbaru Uni Eropa hingga kekhawatirannya terkait proposal terpisah Uni Eropa untuk menghentikan impor gas Rusia secara bertahap pada 1 Januari 2028 teratasi.
Sumber-sumber mengatakan kepada Reuters pada Senin, semua elemen paket telah disepakati, meskipun satu negara anggota masih memiliki keraguan tentang usulan batas harga yang lebih rendah untuk minyak Rusia.
Komisi Eropa bulan lalu mengusulkan paket sanksi ke-18 terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang ditujukan pada pendapatan energi Moskow, perbankannya, dan industri militernya.
BACA JUGA:
Paket baru tersebut mengusulkan pelarangan transaksi dengan jaringan pipa gas Nord Stream Rusia, serta bank-bank yang terlibat dalam penghindaran sanksi.
Paket tersebut juga mengusulkan batas harga mengambang untuk minyak Rusia sebesar 15% di bawah harga pasar rata-rata minyak mentah dalam tiga bulan sebelumnya, kata para diplomat Uni Eropa.