JAKARTA - Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan pertahanan udara Rusia menembak jatuh dua pesawat nirawak Ukraina yang menuju Moskow pada Kamis.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Sebelumnya drone dan rudal Rusia menyerang ibu kota Ukraina pada Kamis dini hari, dengan laporan dua kematian dan 16 orang luka-luka.
Serangan mengakibatkan kebakaran di apartemen dan bangunan non-hunian.
Serangan Rusia yang meningkat telah membebani pertahanan udara Ukraina di saat genting perang dan memaksa ribuan orang mencari tempat perlindungan bom semalaman.
"Bangunan hunian, kendaraan, fasilitas gudang, perkantoran, dan bangunan non-hunian terbakar," ujar kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, melalui aplikasi perpesanan Telegram dilansir Reuters, Kamis, 10 Juli.
Rusia meluncurkan 18 rudal dan sekitar 400 drone dalam serangan yang utamanya menargetkan ibu kota Kyiv, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy.
Tidak ada komentar dari Moskow terkait serangan tersebut, yang terjadi sehari setelah Rusia meluncurkan drone dalam jumlah rekor dalam semalam yang menargetkan tetangganya yang lebih kecil dalam apa yang digambarkan Ukraina sebagai taktik teror.
"Pendekatan peperangan telah lama berubah, dan dalam upayanya untuk menghancurkan masyarakat kita melalui teror, Rusia telah memilih serangan gabungan," kata kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak.
BACA JUGA:
Rusia mengatakan serangannya bertujuan untuk melemahkan militer Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit pertahanan udaranya menghancurkan 14 pesawat nirawak Ukraina dalam semalam, lapor kantor berita negara RIA.
Setelah Presiden AS Donald Trump berjanji awal pekan ini untuk mengirim lebih banyak senjata pertahanan ke Kyiv, Washington telah mengirimkan peluru artileri dan rudal artileri roket bergerak ke Ukraina, kata dua pejabat AS kepada Reuters pada Rabu.