Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Hari Rabu menyerukan diakhirinya pelanggaran gencatan senjata dalam konflik Iran dan mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz, memperingatkan akan memburuknya konsekuensi ekonomi global.

"Sangat penting untuk segera memulihkan kebebasan navigasi di dalam dan sekitar Selat Hormuz, dan untuk mengakhiri semua pelanggaran gencatan senjata dan menciptakan kondisi untuk solusi politik terhadap konflik tersebut," kata Guterres dalam konferensi pers di Tokyo, melansir Anadolu (20/5).

Lebih lanjt Guterres memperingatkan, konflik di Timur Tengah memicu inflasi dan memperdalam krisis biaya hidup global dengan menaikkan harga energi, bahan baku dan pupuk.

Ia mengatakan, "ketidakpercayaan dan perpecahan geopolitik" menghalangi solusi efektif untuk konflik global, memperingatkan bahwa negara-negara "melanggar hukum internasional tanpa hukuman."

"Dunia kita saat ini diguncang oleh konflik, kekacauan iklim, dan ketidaksetaraan," kata Guterres.

"Pengeluaran militer melampaui pengeluaran untuk bantuan, sementara pemotongan dana berdampak buruk bagi orang-orang yang paling rentan di dunia," tandasnya.

Diketahui, ketegangan tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan gangguan besar di Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang vital.

Meskipun gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku pada 8 April, pelanggaran berulang dan negosiasi yang terhenti telah menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi baru.

Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan pembatasan pada kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui jalur air strategis tersebut.