Bagikan:

JAKARTA - Otoritas Israel mengatakan 430 aktivis yang berada di atas armada bantuan yang sedianya menuju Jalur Gaza, Palestina, tengah dalam perjalanan ke Israel setelah kapal mereka dicegat di laut lepas.

Berlayar dari Turki pekan lalu, kapal-kapal Global Sumud Flotilla adalah yang terbaru dalam serangkaian upaya aktivis untuk menerobos blokade Israel terhadap wilayah Palestina, dengan konvoi terakhir dicegat oleh pasukan Israel bulan lalu.

"Armada PR lainnya telah berakhir. Semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka akan dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," kata seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Israel pada Selasa malam, melansir Al Arabiya dari AFP (20/5).

"Armada ini sekali lagi terbukti tidak lebih dari aksi PR untuk kepentingan Hamas," tambah juru bicara tersebut.

Diberitakan sebelumnya, militer Israel mencegat armada bantuan yang menuju Jalur Gaza, Palestina pada Hari Senin setelah berlayar dari Turki pekan lalu, dengan penyelenggara mengatakan salah satu kapal dihentikan di sebelah barat Siprus.

"Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan IDF saat ini sedang menaiki kapal pertama kami di siang bolong," tulis Global Sumud Flotilla di X.

Armada Global Sumud terbaru adalah inisiatif ketiga dalam setahun yang bertujuan untuk mematahkan blokade Israel terhadap Gaza, yang telah mengalami kekurangan pangan, air, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023.

israel
PM Netanyahu bersama Menhan Israel Katz (kanan) dan Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir (kiri) saat meninjau markas operasi angkatan laut di Kirya, Tel Aviv 18 Mei (Haim Zach GPO)

Armada yang terdiri dari 50 kapal berlayar dari Turki pada Hari Kamis pekan lalu. Sebuah situs web yang melacak lokasi armada tersebut kemudian menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam armada tersebut sebagai "skema jahat yang dirancang untuk menerobos blokade yang telah kami berlakukan terhadap teroris Hamas di Gaza."

Ia juga memuji pasukan komando Angkatan Laut Israel yang mencegat kapal-kapal armada tersebut. Dikutip dariThe Times of Israel, pasukan komando AL Israel menaiki kapal pertama dalam konvoi kemanusiaan tersebut di laut lepas pantai Siprus.

Sebelum pencegatan pekan ini, pasukan Israel mencegat armada kedua di perairan internasional di lepas pantai Yunani pada 30 April dan mengirim sebagian besar dari 175 aktivis ke Eropa, tetapi menangkap dua di antaranya, yang ditahan selama 10 hari sebelum dideportasi.

Tahun lalu, otoritas Israel memblokir upaya serupa yang melibatkan sekitar 50 kapal dan sekitar 500 aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, dan beberapa anggota parlemen Eropa.

Israel mengendalikan semua titik masuk ke Gaza, yang telah berada di bawah blokade Israel sejak tahun 2007.

Selama perang Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, wilayah tersebut mengalami kekurangan pangan, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya yang parah, dengan Israel terkadang menghentikan pengiriman bantuan sepenuhnya.

Israel sebelumnya menepis armada-armada tersebut sebagai aksi publisitas, setelah penyelenggaranya menolak seruan untuk mentransfer sejumlah kecil bantuan simbolis yang mereka bawa ke Israel atau organisasi internasional untuk dibawa ke Jalur Gaza dan didistribusikan melalui saluran resmi.

Upaya sebelumnya untuk menembus blokade juga gagal. Terakhir kali sebuah kapal aktivis berhasil mencapai Jalur Gaza adalah pada tahun 2008.