Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencap aktivis Swedia Greta Thunberg sebagai pembuat onar, menyatakan ia tidak lagi disibukkan dengan isu lingkungan.

"Dia hanya pembuat onar," kata Presiden Trump, merujuk pada aktivis Swedia tersebut, melansir TASS 8 Oktober.

Greta Thunberg diketahui dua kali bergabung dengan armada kemanusiaan yang mencoba menembus blokade Israel di Jalur Gaza.

Pada Bulan Juni, Greta yang tergabung dalam Freedom Flotilla Coalition dan menaiki kapal Madleen dicegat militer Israel sebelum kemudian dideportasi.

Awal bulan ini, Greta dan ratusan aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla kembali dicegat oleh aparat Israel sebelum kemudian dideportasi.

"Maksudnya, dia tidak lagi peduli dengan lingkungan, sekarang dia malah peduli dengan ini?" kata Presiden Trump.

"Dia memiliki masalah dalam mengelola amarah, saya pikir dia harus menemui dokter," lanjut Presiden Trump.

"Dia sangat marah, dia sangat gila," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel melaporkan deportasi 171 aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk Thunberg, ke Yunani dan Slovakia.

Kementerian tersebut mencatat "semua hak hukum para peserta dalam aksi kemanusiaan ini telah dan akan terus ditegakkan sepenuhnya."

Global Sumud Flotilla yang terdiri dari lebih dari 40 kapal dari berbagai negara, berlayar dari Tunisia menuju Gaza pada pertengahan September. Tujuan misi ini adalah untuk menembus blokade Jalur Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada penduduknya.

Otoritas Israel berulang kali menyatakan mereka menganggap tindakan para aktivis tersebut provokatif dan tidak akan mengizinkan kapal mereka mendekati pantai Gaza.

Akibatnya, kapal-kapal Angkatan Laut Israel mencegat armada tersebut, menahan seluruh 400 aktivis dan membawa mereka ke pantai Israel. Pada 3 Oktober, otoritas Israel mulai mendeportasi para aktivis, mengusir total sekitar 170 peserta armada dari negara tersebut dalam waktu tiga hari