JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan akan berdampak baik terhadap Indonesia.
Pasalnya, dengan adanya gencatan senjata, Iran disebut-sebut akan membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
Adapun saat ini harga produk plastik di dalam negeri melonjak tinggi imbas konflik tersebut. Langkah Iran untuk menutup jalur Selat Hormuz telah menyebabkan naiknya biaya bahan baku global.
Eskalasi konflik tersebut berdampak pada pasokan nafta sebagai bahan baku utama industri petrokimia. Gangguan distribusi dan produksi global akhirnya memicu kenaikan biaya di tingkat hulu.
"Dan kalau kami lihat mudah-mudahan apa yang menjadi kesepakatan antara Amerika dan Iran berkaitan dengan pembukaan Selat Hormuz itu bisa kembali menormalkan ekosistem maupun logistik, agar kebutuhan plastik untuk pelaku-pelaku usaha kami bisa dipenuhi," ujar Agus kepada wartawan usai Peluncuran Buku Ginandjar Kartasasmita Pengabdian Dari Masa Ke Masa di Jakarta, Kamis, 9 April.
Agus tak menampik, konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)–Israel melawan Iran telah menyebabkan naiknya harga-harga bahan baku global, tak terkecuali Indonesia.
"Iya, ya, plastik saya kira wajar kalau ada masalah sedikit mengenai supply," katanya.
Akan tetapi, kata Agus, pihaknya bersama pelaku industri petrokimia hulu telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya dengan mencari sumber pasokan nafta alternatif di luar kawasan Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan.
BACA JUGA:
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi guna menjaga stabilitas pasokan.
"Tetapi ada substitusinya yang memang sudah kami bicarakan dengan dengan para pelaku usaha," imbuhnya.
Diketahui, kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dicapai pada malam Selasa hingga Rabu. Menurut laporan Arab News, kesepakatan itu terjadi kurang dari satu jam sebelum tenggat yang diberikan Presiden AS Donald Trump untuk melumpuhkan Iran jika Teheran tidak memenuhi tuntutan soal pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran secara efektif menutup jalur pelayaran penting itu sejak awal Maret. Dampaknya langsung terasa ke pasar, seperti harga energi global melonjak tajam.