Bagikan:

JAKARTA - Presiden Masoud Pezeshkian menekankan pentingnya diplomasi, saat gencatan senjata dua pekan antara Iran dengan Amerika Serikat akan berakhir pekan ini.

Presiden Iran Pezeshkian mengatakan pada Hari Senin, setiap jalur rasional dan diplomatik harus digunakan untuk mengurangi ketegangan dengan AS, tetapi menambahkan kewaspadaan dan ketidakpercayaan dalam interaksi dengan Washington adalah "kebutuhan yang tak terbantahkan," menurut kantor berita negara IRNA, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (20/4).

Gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan AS akan berakhir pada Hari Rabu, dengan perwakilan AS dijadwalkan tiba di Islamabad untuk negosiasi dengan Iran pada Hari Senin. Sementara, Tehran belum mengumumkan apakah akan mengirim delegasi ke Pakistan.

Televisi pemerintah Iran mengutip sumber anonim yang mengatakan, tidak ada rencana untuk putaran negosiasi kedua karena tuntutan AS yang "berlebihan dan tidak rasional" serta perubahan sikapnya.

Kedua pihak berselisih mengenai Selat Hormuz, di mana Iran memperketat kontrol atas transit maritim, karena AS terus memblokade pelabuhan Iran dan pada Hari Minggu menahan sebuah kapal yang mencoba melewati blokade Amerika Serikat.

Presiden Pezeshkian mengatakan blokade AS menunjukkan Washington bergerak menuju "pengulangan pola sebelumnya dan pengkhianatan diplomasi," menurut televisi pemerintah.

Baik Iran maupun AS saling menuduh melanggar gencatan senjata yang diumumkan dua pekan lalu, menyusul serangan Israel dan AS ke Iran pada 28 Februari yang menyebabkan eskalasi di Timur Tengah.