JAKARTA - Kanker merupakan penyakit yang terkenal luas di masyarakat sangat berat dan berisiko kematian. Namun, selain kanker, gagal jantung juga merupakan penyakit yang harus sangat diwaspadai.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan subspesialis gagal jantung, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, mengatakan bahwa gagal jantung memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan kanker.
“Semua orang takut dengan kanker, tapi kalau lihat berdasarkan data, gagal jantung itu angka kematiannya jauh lebih tinggi daripada kanker pada umumnya,” kata dr. Leonardo, saat sesi media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, ditulis Selasa, 28 April 2026.
Beberapa jenis kanker memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih baik dibandingkan dengan gagal jantung. Hal ini menunjukkan bahwa gagal jantung bukan sekadar gangguan kesehatan biasa, tetapi kondisi serius yang memerlukan perhatian lebih dari masyarakat maupun tenaga medis.
“Contohnya kanker payudara atau prostat itu angka keberhasilan hidupnya jauh lebih tinggi dibandingkan penderita gagal jantung,” jelasnya.
Dengan angka kematiannya yang tinggi, maka semakin menegaskan pentingnya deteksi dini pada gagal jantung dan penanganan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hal tersebut harus dilakukan karena gagal jantung dikenal sebagai penyakit yang bersifat kronis dan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tanpa penanganan yang optimal, kondisi pasien bisa memburuk secara bertahap.
“Alasannya karena gagal jantung itu penyakit kronik dan progresif. Dia akan terus berjalan menuju penurunan fungsi. Jika tidak segera diobati dengan optimal, maka tahun depan niscaya tambah jelek kondisinya,” tuturnya.
Tak hanya itu, gagal jantung juga memiliki kompleksitas yang berdampak pada organ tubuh lainnya. Ia karena peran jantung sebagai pusat sirkulasi tubuh.
“Namun, gagal jantung ini sangat kompleks karena organ ini pusat di antara semua sirkulasi badan kita. Ketika pompanya bermasalah, maka organ lainnya juga akan kena dampak,” tambahnya.
Penanganan gagal jantung juga tidak dapat dilakukan secara sederhana atau hanya melibatkan satu dokter spesialis. Dibutuhkan kerja sama yang baik untuk menangani kondisi pasien secara menyeluruh, sehingga kolaborasi multidisiplin sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka kematian akibat gagal jantung.
BACA JUGA:
“Menanganinya butuh multidisiplin. Bukan hanya dokter jantungnya saja, tapi subspesialis lain, seperti ahli listrik jantung, dokter bedah jantung juga perlu dilibatkan,” pungkas dr. Leonardo.