JAKARTA - Ketua Parlemen Iran mengatakan pada Hari Rabu, Tehran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade angkatan laut Amerika Serikat masih berlaku, menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata."
"Gencatan senjata lengkap hanya memiliki arti jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata," kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam unggahan di X seperti dikutip dari Al Arabiya (23/4).
"Mereka tidak mencapai tujuan mereka melalui agresi militer, dan mereka juga tidak akan mencapainya melalui paksaan. Satu-satunya jalan ke depan adalah mengakui hak-hak rakyat Iran," tambahnya kepala negosiator Negeri Para Mullah ini.
Dalam unggahan berbahasa Inggris terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tetap terbuka untuk "dialog dan kesepakatan," tetapi memperingatkan "pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama bagi negosiasi yang tulus."
"Dunia melihat retorika munafik Anda yang tak berujung dan kontradiksi antara klaim dan tindakan," tambah Presiden Pezeshkian.
Sebelumnya, Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz pada Hari Rabu, memperketat cengkeramannya pada jalur air strategis tersebut setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan aksi militer yang direncanakan sambil mempertahankan blokade angkatan laut terhadap perdagangan maritim Iran.
Trump sebelumnya mengatakan di media sosial pada Selasa malam, Negeri Paman Sam telah menyetujui permintaan dari mediator Pakistan "untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal terpadu dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara."
BACA JUGA:
Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan politisi Partai Republik itu belum jangka waktu untuk perpanjangan gencatan senjata.
Diketahui, Pakistan, yang telah bertindak sebagai mediator, terus berupaya untuk membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan setelah putaran pembicaraan yang direncanakan gagal dilakukan sebelum gencatan senjata dua minggu awal akan berakhir.
Sepanjang konflik yang pecah seiring serangan AS-Israel ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota lainnya pada 28 Februari, Iran secara efektif membatasi jalur melalui Selat Hormuz dengan menargetkan kapal-kapal yang mencoba melintas tanpa izinnya. Jalur air ini biasanya mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair dunia.