Bagikan:

JAKARTA - Harga minyak kembali naik saat Selat Hormuz belum benar-benar aman. Tawaran Iran untuk membuka jalur penting itu belum cukup menenangkan pasar karena blokade AS masih berjalan.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa, 28 April, harga minyak Brent diperdagangkan di US$103,55 per barel pada Selasa pukul 09.43 waktu setempat atau 06.43 GMT. Angka itu naik sekitar 1,8 persen dari penutupan sebelumnya, US$101,69 per barel.

Minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate atau WTI, juga naik sekitar 1,8 persen menjadi US$98,15 per barel. Pada sesi sebelumnya, WTI berada di US$96,37 per barel.

Kenaikan harga terjadi saat investor masih mencermati situasi Selat Hormuz. Jalur ini penting karena dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Rencana Teheran itu juga mencakup penghentian blokade AS di jalur tersebut.

The New York Times melaporkan, Trump mendapat penjelasan soal proposal itu dalam pertemuan Situation Room Gedung Putih pada Senin. Namun proposal tersebut tidak menyentuh program nuklir Iran.

Iran sebelumnya menolak tuntutan AS untuk menghentikan seluruh pengayaan uranium. Teheran menyatakan memiliki hak melakukan pengayaan berdasarkan hukum internasional dan sejauh ini menolak menyerahkan uranium yang sudah diperkaya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ikut mendesak Selat Hormuz dibuka kembali di tengah macetnya pembicaraan damai AS-Iran.

“Buka Selat itu. Biarkan kapal lewat. Tanpa pungutan. Tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan kembali berjalan. Biarkan ekonomi global bernapas,” kata Guterres dalam debat Dewan Keamanan PBB soal keamanan maritim.

Selat Hormuz mengalami gangguan besar sejak awal Maret setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Perang kini sedang dihentikan sementara, sementara upaya mengakhirinya secara permanen masih berjalan.

Risiko gangguan belum hilang. CENTCOM menyebut kapal perang AS mencegah sebuah tanker minyak mentah berlayar menuju pelabuhan Iran pada akhir pekan. Itu menjadi pencegatan terbaru dalam blokade yang masih berlangsung.

Para pedagang masih mewaspadai gangguan baru di Selat Hormuz. Selama blokade dan upaya diplomatik berjalan bersamaan, tekanan terhadap harga minyak diperkirakan tetap kuat.