JAKARTA - Bank of Japan (BOJ) menahan suku bunga acuan di kisaran 0,75 persen saat ekonomi Jepang dibayangi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah. Di saat yang sama, proyeksi pertumbuhan dipangkas, sementara inflasi inti justru dinaikkan.
Dilansir Kyodo News, Selasa, 28 April, BOJ mengambil keputusan itu dalam rapat kebijakan dua hari yang berakhir Selasa.
Dalam laporan prospek triwulanan terbaru, bank sentral Jepang memperkirakan ekonomi tumbuh 0,5 persen pada tahun fiskal berjalan yang dimulai bulan ini. Angka itu turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,0 persen.
BACA JUGA:
Tekanan harga justru diperkirakan lebih kuat. Harga konsumen inti, di luar harga pangan segar yang mudah naik-turun, diproyeksikan naik 2,8 persen pada tahun fiskal 2026.
Perkiraan itu direvisi naik dari proyeksi Januari sebesar 1,9 persen.
Keputusan BOJ menunjukkan posisi yang tidak mudah. Suku bunga ditahan, tetapi pertumbuhan ekonomi dipangkas. Pada saat yang sama, inflasi inti diperkirakan lebih tinggi.