JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, dapat difungsikan kembali secara bertahap pada akhir Juli 2026 setelah mengalami kerusakan akibat bencana pada akhir November 2025 lalu.
Jembatan tersebut sebelumnya rusak pada 26 November 2025 akibat bencana hidrometeorologi yang mengganggu struktur dan arus lalu lintas di jalur nasional lintas timur Sumatera.
Infrastruktur tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan wilayah Aceh dengan Sumatera Utara serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Sebagai langkah penanganan darurat, Kementerian PU membangun jembatan sementara (bailey) yang mulai difungsikan pada 27 Desember 2025 untuk menjaga konektivitas di kawasan tersebut.
Saat ini, pembangunan jembatan permanen tengah dilakukan melalui paket Penanganan Permanen Duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Hingga kini, progres pekerjaan telah mencapai 40,11 persen, melampaui rencana sebesar 38,24 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan, penanganan jembatan tersebut menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga kelancaran transportasi.
"Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di lintas timur Sumatera. Oleh karena itu, percepatan penanganan permanen terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 28 April.
Adapun jembatan baru memiliki panjang 149,7 meter dan dibangun menggunakan struktur baja girder dengan metode konstruksi incremental launching untuk meningkatkan kapasitas serta ketahanan terhadap risiko bencana.
Selama proses pembangunan berlangsung, pemantauan dan pemeliharaan jembatan sementara tetap dilakukan, termasuk pengecekan harian, perbaikan berkala serta pengaturan lalu lintas berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait.
Selain itu, langkah mitigasi seperti penyiraman badan jalan juga dilakukan untuk mengurangi debu selama masa konstruksi.
BACA JUGA:
Dalam waktu dekat, proyek akan memasuki tahap erection girder pada bentang pertama sebagai bagian dari percepatan penyelesaian.
Kementerian PU menargetkan jembatan permanen tersebut dapat difungsikan secara bertahap pada akhir Juli 2026, guna meningkatkan kapasitas lalu lintas, mengurai kepadatan kendaraan serta memperlancar arus barang dan orang di wilayah Aceh.