JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak sideways pada perdagangan hari ini, Selasa, 28 April, setelah kemarin ditutup melemah 0,32 persen ke level 7.106,5.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, IHSG Senin kemarin sempat bergerak di teritori positif hampir di sepanjang perdagangan, namun kemudian IHSG melemah menjelang penutupan. Saham sektor energi mengalami koreksi terbesar 1,21%, sedangkan sektor barang baku membukukan penguatan terbesar 1,48 persen.
“Secara teknikal, MACD IHSG sudah membentuk Death Cross dan Stochastic RSI berada di area pivot menuju arah oversold. Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.000-7.250,” tulis Phintraco Sekuritas.
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya mengatakan akan memberikan insentif terhadap pasar modal Indonesia, jika program-program yang dilakukan otoritas bursa berjalan dengan baik.
Menkeu Purbaya mengatakan akan mempertimbangkan apakah insentif tersebut mungkin akan berupa pengurangan pajak. OJK berharap insentif tersebut dapat diberikan dalam bentuk stimulus fiskal.
Sementara itu, data investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, di luar sektor keuangan dan migas, tumbuh 8,5 persen YoY menjadi Rp250 triliun pada kuartal I-2026. Kenaikan ini menandai pertumbuhan dua kuartal berturut-turut, setelah meningkat 4,3 persen YoY di kuartal IV-2025. Arus masuk investasi terbesar terutama berasal dari sektor industri logam dasar (3,7 miliar dolar AS).
Mayoritas indeks di bursa Asia juga bergerak menguat pada perdagangan Senin 27 April. Investor mengabaikan tidak terjadinya perundingan diplomatik antara AS-Iran pada akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang masih berada di level tinggi.
Meskipun masih dibayangi ketidakpastian, Iran telah menawarkan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, serta menyarankan agar pembicaraan mengenai nuklir ditunda. Indeks Nikkei 225 dan indeks Kospi ditutup pada rekor tertinggi.
BACA JUGA:
Sementara itu, data industrial profits di China meningkat 15,5 persen YoY di Maret 2026, membaik dari pertumbuhan 15,2 persen dari Februari 2026. Investor akan menantikan hasil pertemuan Bank of Japan pada Selasa ini yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75 persen.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi lima saham untuk hari ini, yakni AMMN, AADI, MEDC, ARCI dan GGRM.