Bagikan:

JAKARTA - Rusia melakukan uji coba skala besar terhadap sistem berbasis laser baru untuk bertahan melawan pesawat nirawak/drone.

Pemerintah menggambarkan teknologi baru tersebut sebagai "menjanjikan" dan mengatakan teknologi tersebut telah diuji terhadap berbagai jenis pesawat nirawak dalam berbagai kondisi cuaca.

Laser anti-drone akan menjadi bagian dari "sistem pertahanan udara universal" yang menurut Presiden Vladimir Putin pekan ini perlu dibangun Rusia.

"Hasil uji coba akan digunakan untuk menyempurnakan model yang ada dan menciptakan sistem yang mampu memberikan perlindungan yang andal terhadap senjata serangan udara modern. Dengan melakukan uji coba, kami dapat beralih ke produksi serial dan peningkatan skala," kata pernyataan pemerintah Rusia dilansir Reuters, Sabtu, 14 Juni.

Video yang disertakan memperlihatkan puing-puing hangus dari pesawat nirawak yang hancur.

Rusia dan Ukraina sama-sama mengerahkan pesawat nirawak dalam skala besar dalam perang, menggunakannya untuk menemukan dan menyerang target tidak hanya di medan perang tetapi juga jauh di luar garis depan.

Pesawat nirawak Ukraina sering menyerang lokasi-lokasi yang jauh di dalam Rusia seperti depot minyak, kilang minyak, dan lapangan udara, yang menyoroti perlunya Moskow untuk meningkatkan pertahanannya.

Awal bulan ini, pesawat tak berawak Ukraina yang diselundupkan ke dekat pangkalan udara dengan truk menimbulkan kerusakan serius pada armada pembom jarak jauh Rusia.